GAGASANBERITA.COM — CATL bersama Octopus Energy membentuk perusahaan patungan bernama Swaptopus untuk membangun jaringan tukar baterai truk komersial di Eropa. Sistem baterai TECTRANS II yang diperkenalkan di ajang IAA Transportation menjanjikan jarak hingga 1.000 km dan pengisian 80 persen dalam 25 menit. Kemitraan ini juga melibatkan DHL Group untuk mempercepat elektrifikasi angkutan barang di benua tersebut.
Langkah CATL dan Octopus Energy masuk ke segmen kendaraan niaga berat lewat Swaptopus menjadi sinyal bahwa infrastruktur pengisian daya saja tidak cukup untuk mengatasi keraguan armada logistik terhadap kendaraan listrik. Konsep ini pertama kali diumumkan di Energy Tech Summit milik Octopus Energy, lalu mendapat dorongan teknis berupa TECTRANS II pada pameran IAA Transportation pekan lalu.
TECTRANS II dirancang sebagai platform baterai modular universal untuk truk listrik. Sistem ini diklaim menghapus dua hambatan utama elektrifikasi armada komersial: waktu pengisian yang lama dan kekhawatiran soal umur pakai baterai.
Kepadatan Energi 170 Wh/kg dan Tambahan Muatan 0,6 Ton
Dari sisi kepadatan energi gravimetrik, TECTRANS II mencatat 170 Wh/kg atau sekitar 13 persen di atas rata-rata industri. Dengan kapasitas baterai yang sama, truk bisa membawa muatan tambahan sekitar 0,6 ton.
Angka itu penting bagi operator logistik karena setiap kilogram yang bisa dialihkan dari bobot baterai ke barang berarti pendapatan tambahan per trip. Konfigurasi maksimumnya menawarkan jarak hingga 1.000 km.
Pengisian 80 Persen dalam 25 Menit Berkat Fast Charging Megawatt
Dengan pengisian cepat tingkat megawatt, baterai mencapai 80 persen dalam 25 menit. Waktu tunggu di rute jarak jauh jadi jauh lebih singkat dibanding pengisian konvensional.
Desain full-tab low-impedance pertama di dunia disebut menghasilkan efisiensi round-trip 96 persen. Angka ini mengurangi energi yang hilang saat pengisian dan menyisakan lebih banyak daya untuk operasi harian.
"Elektrifikasi kendaraan komersial akan berlangsung lebih dari satu dekade," kata Zhu Lingbo, CTO CATL Global Business Unit. "Dengan keahlian teknologi dan komitmen jangka panjang kami, CATL siap menjadi mitra paling andal bagi pelanggan di seluruh dunia dan untuk elektrifikasi angkutan barang global."
MoU dengan DHL Group dan Target 300.000 Truk Listrik
Selain Swaptopus, CATL menandatangani nota kesepahaman dengan DHL Group untuk mempercepat dekarbonisasi angkutan barang di Eropa. Kolaborasi ini melibatkan Quibo Energy dan FleetBoost, yang menyediakan pengisian daya mobile serta sistem penyimpanan energi baterai.
Salah satu perangkat yang dipamerkan adalah trailer FleetBooster yang mengintegrasikan teknologi baterai CATL. Pendekatan ini menggabungkan permintaan logistik nyata dengan kendaraan, pengisian daya, penyimpanan energi, tukar baterai, dan layanan siklus hidup.
"Dengan menggabungkan permintaan logistik nyata dengan kendaraan, pengisian daya, penyimpanan energi, tukar baterai, dan layanan siklus hidup, CATL berencana bekerja sama dengan DHL dan mitra ekosistem lain untuk menciptakan solusi praktis dan skalabel bagi angkutan barang nol emisi," ujar Akin Li, Executive President CATL Overseas Business.
Bagi DHL Group, kemitraan ini menjadi langkah menuju target nol emisi bersih pada 2050. Jika berjalan penuh, jaringan yang digagas CATL dan Octopus diklaim mampu melayani lebih dari 300.000 truk listrik dan membuka lebih dari £30 miliar investasi swasta.
Klaim itu juga mencakup penciptaan lapangan kerja dan pengurangan ketergantungan Eropa pada minyak impor. Belum ada keterangan soal jadwal operasi komersial jaringan Swaptopus maupun cakupan negara yang disasar lebih dulu.