JAKARTA - PT Bank BCA Syariah mengakhiri tahun 2025 dengan capaian gemilang di segmen pembiayaan komersial. Meskipun kondisi ekonomi nasional penuh dinamika dan persaingan di sektor perbankan makin ketat, pembiayaan komersial bank ini justru menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat, meningkat 20,3% secara tahunan hingga Desember 2025 mencapai Rp 10,1 triliun. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur BCA Syariah, Pranata, kepada Kontan pekan lalu, menggambarkan optimisme institusi terhadap kapasitas pembiayaan usahanya yang makin berkembang.
Pertumbuhan Pembiayaan Komersial yang Solid
Menurut data yang dikutip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total outstanding pembiayaan di seluruh industri perbankan syariah Indonesia hingga November 2025 mencapai Rp 670,07 triliun, atau tumbuh 7,34% YoY. Di tengah gambaran makro yang penuh tantangan, BCA Syariah berhasil menorehkan kinerja jauh di atas rata-rata industri, khususnya pada pembiayaan segmen komersialnya.
Direktur BCA Syariah, Pranata, menyatakan bahwa bank mencatatkan pembiayaan komersial yang “terus tumbuh positif hingga akhir tahun lalu.” Perolehan ini tidak hanya menjadi angka semata, tetapi juga mencerminkan permintaan pembiayaan yang kuat dari pelaku usaha di berbagai sektor.
Sektor Unggulan yang Mendorong Kinerja
Pertumbuhan pembiayaan komersial itu sendiri tidak terjadi begitu saja, tetapi didukung oleh sejumlah sektor strategis. BCA Syariah mengalokasikan mayoritas pembiayaan pada sektor perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, serta real estate — tiga pilar utama yang masih memiliki permintaan finansial tinggi seiring kegiatan usaha yang terus berjalan. Menurut Pranata, sektor-sektor tersebut dinilai masih memiliki kebutuhan yang kuat terhadap pendanaan, sehingga mendorong percepatan pertumbuhan pembiayaan secara umum.
Pencapaian ini sekaligus merefleksikan posisi BCA Syariah sebagai salah satu bank syariah yang mampu menavigasi kebutuhan pembiayaan usaha di tengah ketidakpastian ekonomi. Arah pembiayaan yang jelas pada sektor-sektor produktif juga menunjukkan strategi bank yang lebih fokus pada pengembangan korporasi dan dukungan terhadap ekonomi riil.
Strategi Perluasan Jaringan dan Layanan
Melihat potensi pertumbuhan yang masih terbuka lebar, BCA Syariah menyusun strategi lanjutan untuk memperkuat kiprahnya di segmen komersial. Bank ini berencana memperluas jaringan layanan guna menjangkau basis nasabah baru dan menggali peluang bisnis di wilayah lebih luas. Langkah ini diapungkan sebagai bagian dari usaha untuk memperbesar pangsa pasar dan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
Pranata juga menjelaskan upaya peningkatan penyaluran pembiayaan melalui skema yang lebih variatif seperti supplier financing dan bentuk pembiayaan lain yang sejenis. Inisiatif ini diharapkan mampu mempermudah akses modal bagi pelaku usaha, sekaligus memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan di ekosistem bisnis yang lebih luas.
Bank juga berencana memperbaiki service level agreement (SLA) dan meningkatkan efisiensi proses pengolahan pembiayaan. Hal ini diupayakan untuk membuat layanan pembiayaan lebih cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan nasabah, terutama pelaku usaha komersial yang sangat bergantung pada kecepatan akses dana.
Inovasi Produk untuk Menjawab Kebutuhan Nasabah
Tidak hanya berfokus pada perluasan jangkauan dan efisiensi layanan, BCA Syariah juga berkomitmen meluncurkan produk-produk keuangan yang lebih inovatif. Menurut Pranata, adaptasi terhadap kebutuhan finansial nasabah yang beragam menjadi kunci untuk mempertahankan momentum pertumbuhan pembiayaan komersial ini.
Inovasi ini mencakup berbagai bentuk usaha pembiayaan yang tidak hanya mengandalkan produk klasik, tetapi juga solusi finansial yang lebih fleksibel dan kontekstual untuk pelaku usaha modern. Dengan pengembangan produk yang tepat guna, bank berharap dapat menarik minat nasabah baru sekaligus memperdalam hubungan dengan klien yang sudah ada.
Outlook dan Tantangan ke Depan
Melihat capaian 2025, prospek pembiayaan komersial BCA Syariah di tahun-tahun mendatang dipandang tetap positif. Bank yakin tren pertumbuhan akan terus berlanjut seiring dengan ekspansi layanan dan inovasi produk yang terus berjalan. Namun, pencapaian tersebut tetap dihadapkan pada tantangan eksternal, termasuk dinamika ekonomi nasional dan global serta perubahan preferensi pasar yang cepat.
Sebagai bagian dari industri perbankan syariah, BCA Syariah juga diharapkan terus memperhatikan aspek kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan untuk menjaga kualitas aset dan tingkat risiko portofolio tetap rendah. Dengan kombinasi strategi yang matang dan pelaksanaan yang efektif, bank ini berpeluang mempertahankan pertumbuhan yang sehat sekaligus memberikan kontribusi pada pembangunan ekonomi di Indonesia.
Momentum yang Terjaga
Pertumbuhan signifikan pembiayaan komersial BCA Syariah pada 2025 bukan hanya sekadar angka, tetapi simbol keberhasilan strategi operasional dan penyesuaian terhadap kebutuhan nasabah di tengah tantangan ekonomi. Dengan fokus pada sektor produktif, ekspansi layanan, inovasi produk, serta pengembangan jaringan, institusi ini tampaknya siap menjaga momentum positifnya menuju tahun-tahun yang akan datang.