UMKM

UMKM Bengkulu Mandiri dan Kompetitif di Era Digital Melalui Dukungan RRI dan Pemerintah

UMKM Bengkulu Mandiri dan Kompetitif di Era Digital Melalui Dukungan RRI dan Pemerintah

JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bengkulu kini berada dalam fase penting transformasi ke era digital dengan dukungan kuat dari Radio Republik Indonesia (RRI) Bengkulu. Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, menegaskan bahwa peran RRI sangat signifikan dalam membantu pelaku UMKM untuk berkembang dan menjangkau pasar lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital. “RRI memiliki berbagai program yang sangat baik untuk mendukung pelaku UMKM dan sektor pariwisata,” ujarnya saat membuka sebuah kegiatan di Bengkulu.

Menurut Erna, edukasi melalui media penyiaran menjadi kunci agar UMKM mampu beradaptasi dengan teknologi dan memaksimalkan potensinya dalam pemasaran produk. Salah satu program RRI yang disorot adalah kegiatan dialog bertema “Tantangan dan Strategi Menjaga Eksistensi Batik”, sebuah acara yang membantu pelaku UMKM memahami cara menghadapi persaingan di dunia digital. “Program seperti ini sangat positif dan perlu terus dikembangkan,” tambah Erna, menunjukkan bahwa pemanfaatan media sebagai ruang edukasi memberikan dampak nyata bagi sektor usaha kecil ini.

Melalui sinergi yang diciptakan antara RRI, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah, strategi pengembangan ekonomi kreatif di Bengkulu terus diperkuat dan diarahkan pada kesiapan UMKM untuk lebih mandiri di era digital.

Transformasi Digital UMKM: Peluang Baru di Pasar Nasional dan Internasional

Perubahan tren pasar global mengharuskan UMKM melakukan transformasi digital secara cepat. Di Bengkulu, digitalisasi menjadi salah satu jalan utama agar produk lokal tidak hanya dipasarkan di daerah tetapi juga dikenal hingga ke luar provinsi, bahkan tingkat internasional. Transformasi ini mencakup penggunaan teknologi digital dalam pemasaran, seperti melalui platform e-commerce, pemanfaatan media sosial, serta sistem pembayaran dengan teknologi seperti QRIS.

Program pelatihan digital yang diberikan kepada pelaku UMKM di Bengkulu membekali mereka dengan kemampuan manajemen digital untuk pencatatan keuangan dan publikasi produk secara online. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, digitalisasi seperti penerapan media sosial dan sistem pembayaran digital sangat penting untuk UMKM naik kelas karena membuka peluang baru untuk penetrasi pasar yang lebih luas.

Sejumlah produk UMKM, seperti olahan makanan khas, kerajinan tangan, serta produk kreatif lainnya kini semakin dikenal karena jangkauannya tidak lagi terbatas secara regional. Pendekatan digital ini tidak hanya membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar, tetapi juga meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk lokal Bengkulu.

Sinergi Pemerintah dan Komunitas dalam Pengembangan Kapasitas UMKM

Dukungan pemerintah daerah menjadi elemen penting lainnya dalam mendorong UMKM naik kelas di era digital. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, misalnya, mengadakan pendampingan digitalisasi yang bertujuan membantu UMKM memanfaatkan pemasaran berbasis digital dan memperkuat kelembagaan usaha. Bupati setempat menyatakan bahwa lebih dari 90 persen pelaku usaha di wilayahnya adalah UMKM, dan komitmen pemerintah daerah adalah memberikan dukungan nyata melalui pelatihan, peningkatan akses permodalan, serta promosi produk digital.

Pendampingan yang digagas bukan hanya berbasis teori, tetapi juga praktis melalui kolaborasi dengan berbagai pihak seperti perguruan tinggi dan komunitas teknologi. Hal ini menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih matang, di mana UMKM mendapatkan akses pengetahuan tentang pemasaran digital, branding, hingga strategi penjualan online yang efektif.

Kolaborasi semacam ini memberikan ruang yang lebih besar bagi UMKM untuk belajar langsung dari para ahli dan praktisi digital, memperluas wawasan mereka, serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar digital yang kompetitif.

UMKM Bengkulu: Melampaui Batas Lokal Menuju Ekonomi Kreatif Berkualitas

Lebih lanjut, pelaku UMKM diajak untuk terus belajar dan berinovasi agar produk lokal bisa tampil maksimal dalam ekonomi digital. Legislator yang sama mendorong UMKM serta sektor pariwisata untuk tidak hanya berjualan secara tradisional, tetapi juga menggunakan platform digital sebagai sarana promosi. Sinergi ini diharapkan membuka jalan bagi penetrasi produk Bengkulu ke tingkat nasional dan internasional.

Selain itu, upaya digitalisasi dari berbagai pihak di Bengkulu turut memperkuat ekosistem UMKM kreatif. Pendekatan yang lebih strategis ini melibatkan pelatihan digital, sistem pembayaran modern, serta dukungan pemasaran online yang membantu UMKM untuk semakin dikenal oleh konsumen lebih luas.

Kombinasi dari dukungan media publik seperti RRI, pemerintah daerah, komunitas digital, dan pelatihan praktis menciptakan peluang besar bagi UMKM untuk naik kelas. Ini tidak hanya tentang meningkatkan penjualan, tetapi juga tentang mempersiapkan UMKM menghadapi tantangan pasar masa depan yang serba digital.

Kesiapan Tantangan Era Digital Menjadi Kunci Keberhasilan UMKM

UMKM di Bengkulu kini berada di titik di mana kesiapan menghadapi tantangan digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Transformasi ini memberikan peluang nyata untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, dan menciptakan daya saing yang lebih unggul. Dukungan dari berbagai sektor makin menguatkan bahwa UMKM tidak berjalan sendiri dalam proses perkembangan ini.

Melalui kolaborasi antara RRI Bengkulu, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM, Bengkulu sedang membentuk landasan kuat transformasi digital yang memberikan peluang UMKM naik kelas dan menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang lebih besar di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index