JAKARTA - Sabtu, 24 Januari 2026, Pertamina kembali melakukan pembaruan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Indonesia.
Penyesuaian ini mengikuti dinamika harga minyak mentah internasional dan dilakukan secara berkala untuk menjaga keseimbangan pasokan serta daya beli masyarakat.
Kebijakan terbaru yang berlaku sejak 1 Januari 2026 menunjukkan adanya penurunan harga untuk beberapa produk BBM nonsubsidi, memberikan keringanan biaya bagi konsumen yang rutin menggunakan Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Penurunan harga ini diharapkan mendorong efisiensi pengeluaran masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas distribusi BBM nasional.
Di wilayah Jawa Barat, Pertamax turun Rp400, dari Rp12.750 menjadi Rp12.350 per liter. Sementara itu, Pertamax Green turun Rp350, dari Rp13.500 menjadi Rp13.150 per liter. Penurunan yang sama sebesar Rp350 berlaku untuk Pertamax Turbo, dari Rp13.750 menjadi Rp13.500 per liter.
Sedangkan Dexlite mencatat penurunan signifikan Rp1.200, dari Rp14.700 menjadi Rp13.500 per liter. Produk Pertamina Dex (Pertadex) turun Rp1.400, dari Rp15.000 menjadi Rp13.600 per liter. Penyesuaian ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk menyesuaikan harga BBM sesuai kondisi pasar dan daya beli masyarakat.
Harga BBM Berdasarkan Wilayah
Harga BBM di setiap provinsi memiliki variasi yang menyesuaikan dengan biaya distribusi, pajak daerah, dan kondisi pasar lokal. Berikut beberapa contoh:
Di Aceh, harga Pertamax Rp12.500 per liter, Pertamax Turbo Rp13.400, Dexlite Rp13.800, Pertamina Dex Rp13.900, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Sementara di DKI Jakarta, harga Pertamax Rp12.350, Pertamax Turbo Rp13.400, Pertamax Green Rp13.150, Pertamina Dex Rp13.600, Dexlite Rp13.500, dan Pertalite Rp10.000.
Di Jawa Barat, harga Pertamax sama seperti DKI Jakarta, yaitu Rp12.350 per liter. Pertamax Turbo Rp13.400, Pertamax Green Rp13.150, Pertamina Dex Rp13.600, Dexlite Rp13.500, dan Pertalite Rp10.000. Sementara Biosolar tetap stabil di angka Rp6.800.
Di beberapa wilayah lain, harga juga disesuaikan mengikuti faktor lokal. Di Riau dan Kepulauan Riau, harga Pertamax Rp12.950 per liter, Pertamax Turbo Rp14.000, dan Pertamina Dex Rp14.200. Sementara Dexlite Rp14.100 dan Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800.
Untuk provinsi Papua dan Maluku, harga Pertamax Rp12.650 per liter, Dexlite Rp13.800, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Beberapa daerah di Papua seperti Papua Barat dan Papua Barat Daya mencatat Pertamina Dex Rp13.900 per liter, mengikuti ketentuan distribusi wilayah timur Indonesia.
Dampak Penyesuaian Harga Bagi Konsumen
Penurunan harga BBM ini memberikan manfaat langsung bagi konsumen, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi dan pelaku transportasi. Konsumen yang sebelumnya harus membayar lebih mahal untuk Pertamax atau Dexlite kini dapat menikmati penghematan biaya BBM, yang sekaligus dapat digunakan untuk kebutuhan lain.
Selain itu, harga BBM yang lebih terjangkau di beberapa produk nonsubsidi diharapkan mendorong mobilitas masyarakat dan memperlancar distribusi barang dan jasa. Hal ini sangat penting untuk mendukung sektor ekonomi lokal, terutama di daerah-daerah yang mengandalkan transportasi darat untuk menghubungkan wilayah terpencil.
Dengan penyesuaian harga ini, Pertamina menegaskan bahwa mekanisme penetapan harga mengikuti kondisi pasar global dan faktor distribusi domestik. Penurunan harga untuk produk tertentu menjadi refleksi dari strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara keuntungan perusahaan dan kepentingan publik.
Variasi Harga BBM Berdasarkan Jenis Produk
Selain variasi wilayah, harga BBM berbeda-beda tergantung jenis produk. Pertalite, yang menjadi BBM bersubsidi, tetap stabil di Rp10.000 per liter. Sedangkan Biosolar, bahan bakar diesel untuk kendaraan komersial, tetap Rp6.800 per liter.
Produk nonsubsidi, seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex, mengalami penyesuaian harga mengikuti fluktuasi pasar internasional.
Misalnya, Pertamax Turbo di wilayah Jawa Barat turun dari Rp13.750 menjadi Rp13.500 per liter, sedangkan Dexlite turun dari Rp14.700 menjadi Rp13.500 per liter.
Penyesuaian ini tidak hanya terjadi di Pulau Jawa, tetapi juga di seluruh Indonesia, termasuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Dengan demikian, konsumen di berbagai daerah dapat merencanakan pengeluaran BBM mereka secara lebih efisien.
Secara keseluruhan, daftar harga BBM Pertamina hari ini menunjukkan tren penurunan untuk sebagian produk nonsubsidi, sekaligus menjaga stabilitas BBM bersubsidi. Penyesuaian ini berlaku di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Barat Daya.
Konsumen dapat memantau harga resmi di SPBU terdekat atau melalui situs resmi Pertamina, pertaminapatraniaga.com, agar tetap memperoleh informasi terkini. Penyesuaian ini juga memperlihatkan fleksibilitas Pertamina dalam merespons dinamika pasar global, sekaligus menjaga kepuasan konsumen.
Dengan harga terbaru ini, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan pengeluaran bahan bakar sesuai kebutuhan, baik untuk kendaraan pribadi maupun kebutuhan transportasi komersial.
Penurunan harga ini diharapkan berdampak positif bagi aktivitas sehari-hari, mobilitas masyarakat, dan kelancaran distribusi barang di seluruh wilayah Indonesia.