JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) lewat perantara Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) bersiap mendirikan kerangka struktur gantry Radio Frequency Identification (RFID) di area lintasan Ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) E KM 54+100 menuju arah Jakarta.
Senior Manager Representative Office 1 JMT, Alvin Andituahta Singarimbun, memaparkan bahwa pengerjaan pemasangan tersebut diorientasikan guna memaksimalkan fungsi pengawasan sekaligus menghimpun data berkala yang aktual mengenai armada kendaraan angkutan dengan muatan serta dimensi berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).
Alvin mengimbuhkan, tahapan pemasangan Gantry RFID ini turut digulirkan demi menyokong ketercapaian target program Indonesia Bebas ODOL (Zero ODOL) pada periode tahun 2027.
- Baca Juga Raih GCG Awards 2026, PNM Layani 23,
“Pemasangan rangka gantry RFID di KM 54+100 ini merupakan langkah konkret Jasa Marga dalam mempercepat pemberantasan kendaraan ODOL. Melalui sistem pemantauan canggih yang terintegrasi langsung dengan sensor WIM ini, kami dapat mengidentifikasi identitas kendaraan sekaligus menangkap data berat aktual truk,” ujar Alvin dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).
Sementara itu, rangkaian proses instalasi struktur fisik gantry yang mengusung teknologi pemindaian tersebut dijadwalkan bakal bergulir pada Selasa (30/6/2026) mulai pukul 22.00 WIB hingga tuntas pada Rabu (1/7/2026) pukul 05.00 WIB.
Demi menjamin aspek keselamatan kerja bagi para petugas pelaksana proyek maupun masyarakat pengguna jalan, pihak manajemen JSMR bakal menerapkan skema rekayasa arus lalu lintas secara disiplin.
Sepanjang aktivitas pengerjaan dilangsungkan, area lajur bahu luar beserta lajur 1 pada titik lokasi proyek akan disetop untuk sementara waktu demi kelancaran mobilisasi armada alat berat.
Arus laju kendaraan yang melintas mengarah ke Rorotan akan dialihkan sepenuhnya guna memanfaatkan lajur 2 serta lajur 3 yang dipastikan tetap beroperasi secara normal.
Pihak Jasa Marga menjamin penanganan pengamanan di area jalur koridor JORR tersebut akan dilaksanakan lewat sistem berlapis dengan mengerahkan para petugas pengatur arus lalu lintas sekaligus memasang papan rambu peringatan dini di sejumlah titik sebelum area proyek.
Pengguna jalan tol diharapkan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, mematuhi petunjuk rambu darurat di area lapangan, serta mengatur kalkulasi waktu perjalanan secara cermat guna menghindari penumpukan kapasitas volume kendaraan.
"Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat proses pemasangan rangka gantry tersebut. Jasa Marga juga mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan tol agar selalu waspada, mematuhi rambu-rambu kerja, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan," pungkasnya.