JAKARTA — Agenda Rapat Umum Pemegang Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) secara resmi menetapkan pembagian dividen tunai dengan nilai Rp300 miliar sekaligus memberikan izin untuk pelaksanaan private placement.
Ketetapan yang disepakati lewat agenda RUPST dan RUPSLB pada Selasa (23/6/2026) tersebut diambil selaras dengan menguatnya fundamental operasional serta penyusutan beban produksi perusahaan pada awal tahun ini.
Presiden Direktur MDKA Albert Saputro menjabarkan jika ketetapan dividen ini merefleksikan optimisme jajaran manajemen atas prospek bisnis yang terus tumbuh positif sembari tetap mengawal keseimbangan finansial perusahaan.
- Baca Juga Raih GCG Awards 2026, PNM Layani 23,
“Meskipun 2025 penuh tantangan, MDKA memasuki 2026 dengan fondasi yang lebih kuat. Kami melihat peningkatan kinerja operasional, disiplin biaya yang lebih baik, serta kemajuan penting di berbagai platform pertumbuhan utama perseroan,” ucapnya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (24/6/2026).
Pada lini komoditas emas, perusahaan anak usaha yakni PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) menorehkan pencapaian krusial pada wilayah Tambang Emas Pani Gorontalo lewat agenda penuangan emas pertama yang sudah digulirkan semenjak Februari 2026.
Sepanjang periode kuartal I/2026, EMAS mencatatkan angka produksi mencapai 1.818 ounces emas serta realisasi penjualan perdana di angka 516 ounces, demi mengejar target produksi setahun penuh di kisaran 100.000 hingga 115.000 ounces.
Di sisi lain, performa efisiensi anggaran emiten dengan kode saham MDKA tersebut turut membaik dengan mencatatkan cash cost Tambang Emas Tujuh Bukit yang terpangkas 64% secara triwulanan (quarter on quarter/QoQ) ke level US$685 per *ounce*.
Situasi tersebut memicu margin perusahaan meroket 130% QoQ menjadi US$4.156 per ounce, yang juga disokong oleh tren kenaikan nilai emas global pada pasar komoditas.
Pada sektor bisnis nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menorehkan pelonjakan volume produksi saprolit sebesar 72% year on year (YoY) serta limonit yang melesat hingga 195% YoY.
Di samping rencana pendistribusian dividen, jajaran pemegang saham pun memberikan lampu hijau atas rancangan aksi korporasi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (private placement).
Pihak MDKA diperkenankan meluncurkan sebanyak-banyaknya 2.447.298.377 lembar saham baru atau maksimal berkisar 10% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh demi menunjang fleksibilitas penataan modal ke depan.
Pertemuan tersebut juga meresmikan langkah restrukturisasi kepengurusan lewat pengangkatan Mirdal Vismara Timoer, Mohammad Fitriyansyah, serta M.P. Riyadi Effendy (Teddy Effendy) selaku jajaran direktur baru perusahaan. Di waktu bersamaan, forum menyetujui pengunduran diri dari tiga direktur terdahulu yaitu Jason Laurence, David Thomas Fowler, serta Chrisanthus Supriyo.
Di bawah ini merupakan struktur paling baru dari Dewan Komisaris serta Direksi MDKA:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris: Edwin Soeryadjaya
Komisaris: Tang Honghui, Yoke Candra, Andrew Phillip Starkey
Komisaris Independen: Budi Bowoleksono, Muhamad Munir
Dewan Direksi
Presiden Direktur: Albert Saputro
Direktur: Hardi Wijaya Liong, Gavin Arnold Caudle, Titien Supeno, Mirdal Vismara Timoer, Mohammad Fitriyansyah, M.P. Riyadi Effendy