JAKARTA - PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) Papua Field mengumumkan keberhasilan uji produksi pada Sumur Pengembangan Salawati (SLW)-F2X yang terletak di Formasi Kais, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Sumur tersebut kini menghasilkan minyak sebesar 623 barel minyak per hari (BOPD).
“Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim serta dukungan para pemangku kepentingan,” ujar General Manager Zona 14 Indarwan Harsoni dalam keterangan resminya, Kamis (18/6/2026).
Pengerjaan Sumur SLW-F2X dimulai sejak 10 April 2026 menggunakan Rig PDSI Nomor 11.2/N80B-M dan tuntas setelah melalui proses pengeboran selama 54 hari.
Pada 11 Juni 2026, sumur tersebut mencatatkan hasil uji produksi awal sebesar 623 BOPD dengan menerapkan metode artificial lift Electric Submersible Pump (ESP).
Indarwan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, masyarakat adat, serta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran operasional perusahaan.
Menurutnya, sinergi dan hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan merupakan faktor krusial bagi keberhasilan pengembangan lapangan migas di wilayah Papua.
Manajer Papua Field, Ardi, menambahkan bahwa capaian dari Sumur SLW-F2X ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus mengoptimalkan potensi produksi migas di kawasan Indonesia Timur.
Prestasi ini juga memperpanjang tren positif program pengeboran Pertamina EP yang sebelumnya telah meraih kesuksesan melalui Sumur SLW-C4X.
“Tambahan produksi dari sumur-sumur pengembangan akan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia,” kata Ardi.
Selain berkontribusi pada target produksi nasional, aktivitas hulu migas yang berkelanjutan ini diharapkan mampu memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah di Tanah Papua.
Pihak Pertamina EP menyatakan optimistis bahwa kinerja produksi Sumur SLW-F2X dapat terus dioptimalkan ke depannya.