Mengapa Pembuluh Darah Jantung Bisa Tersumbat Lagi Setelah Pasang Ring?

Mengapa Pembuluh Darah Jantung Bisa Tersumbat Lagi Setelah Pasang Ring?
Pasca-Pasang Ring, Ini Penyebab Pembuluh Jantung Bisa Tersumbat Lagi [FOTO : NET].

JAKARTA - Tindakan pemasangan ring jantung acap kali menjadi metode yang dipilih guna membuka sumbatan pada pembuluh darah koroner. Kendati demikian, tidak sedikit pasien yang abai bahwa prosedur tersebut tidak serta-merta melenyapkan risiko penyumbatan secara menyeluruh.

 Pemasangan ring memang bermanfaat untuk melancarkan penyempitan pembuluh darah, namun langkah ini tidak menyentuh akar penyebab dari penyakit jantung koroner. Oleh sebab itu, bilamana faktor-faktor risiko tidak dikelola dengan benar, potensi timbulnya sumbatan kembali akan selalu ada.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, Nancy Virginia, memaparkan bahwa penyumbatan berulang dapat terjadi di lokasi yang sama, yakni tepat di dalam ring yang sudah terpasang. 

Selain itu, sumbatan juga berpeluang terbentuk pada segmen lain di pembuluh darah yang sama, ataupun di area pembuluh darah koroner lainnya.

"Jadi, penyumbatan ulang tidak selalu terjadi pada tempat yang sama. Kondisi tersebut dapat muncul di berbagai lokasi dalam sistem pembuluh darah jantung," katanya dalam acara Love The Beat di Jakarta pada Sabtu, (13/6/2026).

Sejumlah faktor berpengaruh terhadap terjadinya penyumbatan kembali pasca-pemasangan ring jantung. 

Salah satunya bersumber dari aspek teknis saat prosedur tersebut berlangsung. Namun, kondisi kesehatan pasien pun memiliki peran yang sangat vital dalam menentukan keberhasilan tindakan tersebut untuk jangka panjang. 

Lebih jauh lagi, kontrol atas faktor risiko penyakit kardiovaskular merupakan penentu utama. Ancaman penyumbatan ulang bakal kian besar manakala kondisi seperti hipertensi, diabetes, serta kadar kolesterol tinggi tidak terkelola dengan baik.

 Begitu pula dengan kebiasaan merokok yang menjadi pemicu percepatan kerusakan pembuluh darah serta pembentukan sumbatan baru.

"Sebagus apa pun teknik pemasangan, sebaik apa pun hasil tindakan, bahkan semahal apa pun ring yang digunakan, jika faktor-faktor risiko tersebut tidak terkontrol dengan baik, maka sumbatan dapat terbentuk kembali," imbuhnya.

Menurut Nancy, keberhasilan dalam merawat kesehatan jantung tidak cukup hanya bersandar pada tindakan medis atau konsumsi obat-obatan. 

Perubahan gaya hidup merupakan elemen fundamental yang wajib diterapkan, utamanya dalam mengelola tingkat kolesterol guna mencegah penyumbatan ulang. 

Langkah permulaan yang perlu diambil adalah disiplin menerapkan pola makan sehat dengan lebih selektif dalam memilih asupan nutrisi. Upaya ini krusial karena jenis makanan merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi kadar kolesterol di dalam tubuh.

Di sisi lain, aktivitas fisik secara konsisten perlu diintegrasikan ke dalam rutinitas keseharian. Nancy menyarankan olahraga selama 30 menit setiap hari dengan frekuensi lima hingga tujuh kali dalam seminggu.

"Menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, menghindari penggunaan vape, dan membatasi konsumsi alkohol menjadi bagian dari strategi yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa perubahan gaya hidup tersebut tidak sekadar menurunkan risiko kardiovaskular, melainkan juga memperbaiki profil kolesterol secara komprehensif. 

Guna memantau efektivitasnya, evaluasi kadar kolesterol umumnya dilakukan setelah tiga bulan menjalankan pola makan sehat dan gaya hidup yang lebih baik secara konsisten. 

Terakhir, bagi individu yang memiliki risiko tinggi penyakit jantung dan pembuluh darah serta tengah dalam terapi medis, Nancy menekankan urgensi untuk senantiasa menjalani pengobatan sesuai arahan dokter.

Ia juga berpesan agar setiap pasien tidak melewatkan agenda kontrol rutin, sehingga perkembangan status kesehatan dapat terus dipantau dan tindakan medis yang dibutuhkan bisa diberikan secara tepat waktu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index