POLITIK

Gerindra Jatim Gelar “Tadarus Politik Gen Z” Sapa Mahasiswa Surabaya Raya dengan Diskusi Politik Santai

Gerindra Jatim Gelar “Tadarus Politik Gen Z” Sapa Mahasiswa Surabaya Raya dengan Diskusi Politik Santai
Gerindra Jatim Gelar “Tadarus Politik Gen Z” Sapa Mahasiswa Surabaya Raya dengan Diskusi Politik Santai

JAKARTA - Dalam upaya mendekatkan dunia politik kepada generasi muda, DPD Partai Gerindra Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan bertajuk Tadarus Politik Gen Z di Surabaya Raya. Program ini digelar berulang kali selama bulan Ramadan 1447 H sebagai cara baru untuk menyapa kalangan mahasiswa dan generasi Z agar tertarik serta aktif berdiskusi dalam isu-isu kebangsaan dan perpolitikan kontemporer di Indonesia.

Tadarus Politik Gen Z: Konsep dan Tujuan

Kegiatan Tadarus Politik Gen Z dirancang sebagai sebuah forum diskusi yang dibalut dengan suasana santai namun tetap edukatif. Ide ini muncul dari keprihatinan sejumlah tokoh partai bahwa partisipasi politik generasi Z masih cenderung rendah di kalangan kampus. Melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa, Gerindra Jatim berharap bisa membangun kesadaran politik yang lebih kuat di kalangan generasi ini, sekaligus membuka ruang dialog dua arah antara politisi dan pemuda.

Program ini dijalankan sebanyak tujuh kali selama bulan Ramadan, tersebar di berbagai titik kampus dan pusat kegiatan pemuda di wilayah Surabaya Raya. Tadarus Politik Gen Z bukan sekadar membaca materi atau ceramah panjang, tetapi lebih menekankan pada diskusi interaktif yang mengajak peserta untuk berpikir kritis tentang peran politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Respons Mahasiswa di Surabaya Raya

Antusiasme mahasiswa terhadap Tadarus Politik Gen Z terbilang tinggi. Ratusan peserta dari berbagai kampus di Surabaya memadati lokasi diskusi, menunjukkan minat yang besar untuk terlibat dalam dialog politik. Banyak yang merasa pendekatan diskusi politik dengan cara santai dan kontekstual ini membuat topik yang biasanya dianggap “berat” menjadi lebih mudah dipahami dan relevan.

Seorang mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini menyampaikan bahwa Tadarus Politik Gen Z membuka kesempatan bagi generasi muda untuk menyampaikan pandangan mereka tentang isu-isu aktual. Ia mengatakan bahwa diskusi ini membantu mereka memahami sisi lain dari politik yang sering tidak dibahas di ruang kelas maupun media umum.

Dalam sesi tanya jawab, banyak peserta mahasiswa mengajukan pertanyaan tajam dan kritis kepada pembicara partai. Pertanyaan-pertanyaan ini berkisar pada isu keterlibatan pemuda dalam pembuatan kebijakan, peran generasi Z dalam memperkuat demokrasi, hingga strategi partai politik dalam merespons aspirasi generasi muda.

Pesan Para Tokoh Politik Gerindra

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur, yang hadir dalam salah satu sesi diskusi, menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset penting dalam dinamika demokrasi nasional. Ia menyampaikan bahwa politik bukanlah ranah eksklusif para politisi berpengalaman, tetapi juga ruang bagi pemuda untuk berkontribusi dengan ide-ide baru yang segar.

“Kita ingin generasi Z tidak hanya menjadi penonton dalam proses politik, tetapi juga menjadi pelaku aktif yang mampu menyuarakan aspirasi mereka serta berperan dalam pembentukan kebijakan publik,” ujar Ketua DPD tersebut dalam acara yang berlangsung di salah satu titik kampus di Surabaya.

Melalui Tadarus Politik Gen Z, Gerindra Jatim berharap para generasi Z akan semakin paham bahwa partisipasi dalam politik merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media untuk menampung gagasan dan pandangan generasi muda yang mungkin belum tergali secara optimal di jalur formal politik.

Metode Penyampaian yang Dekat dengan Gen Z

Salah satu kekuatan dari Tadarus Politik Gen Z adalah penggunaan metode penyampaian yang sesuai dengan karakter generasi muda. Alih-alih menghadirkan ceramah politik yang panjang dan formal, kegiatan ini memanfaatkan format diskusi santai, tanya jawab interaktif, dan studi kasus yang relevan dengan isu kekinian.

Para pembicara berusaha menyampaikan materi dalam bahasa yang mudah dicerna, mengaitkannya dengan pengalaman hidup mahasiswa, dan mengoptimalkan media visual serta digital untuk menjelaskan konsep-konsep politik yang abstrak. Hal ini membuat diskusi terasa lebih hidup dan menyenangkan bagi peserta.

Pendekatan ini diterima positif oleh peserta. Banyak mahasiswa yang merasa lebih nyaman berdiskusi dan berani menyampaikan pendapat mereka tanpa merasa terintimidasi oleh struktur formal politik yang kompleks. Diskusi-diskusi semacam ini membantu memecah stigma bahwa politik itu rumit atau elit sehingga hanya dimengerti oleh segelintir orang.

Peran Dialog dalam Demokrasi

Kegiatan Tadarus Politik Gen Z juga menjadi cermin bahwa dialog merupakan salah satu pilar penting dalam proses demokrasi. Dengan membuka ruang diskusi, Gerindra Jatim berupaya menciptakan lingkungan di mana opini dan ide dari generasi muda dihargai serta didengar oleh para politisi.

Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa partisipasi politik bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, bukan hanya melalui partisipasi pemilu atau organisasi formal, tetapi juga melalui diskusi dan pertukaran gagasan yang kritis dan konstruktif antara generasi yang berbeda.

Sebagai penutup, banyak peserta yang berharap bahwa program serupa dapat terus dilakukan, tidak hanya selama bulan Ramadan, tetapi juga pada momen-momen lain sepanjang tahun. Mereka menilai bahwa dialog seperti ini memperkaya wawasan dan membantu membangun perspektif politik yang lebih matang dan berpihak pada kepentingan bangsa.

Dengan demikian, Tadarus Politik Gen Z menjadi salah satu contoh bagaimana partai politik mencoba menjembatani kesenjangan antara generasi muda dan dunia politik praktis, membuka peluang bagi lahirnya generasi pemimpin baru yang cerdas, kritis, dan berpikiran terbuka.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index