WISATA RELIGI RAMADAN 2026

Kabupaten Bogor Dipersiapkan Jadi Pusat Wisata Religi Ramadan 2026 dengan Pameran Artefak Nabi

Kabupaten Bogor Dipersiapkan Jadi Pusat Wisata Religi Ramadan 2026 dengan Pameran Artefak Nabi
Kabupaten Bogor Dipersiapkan Jadi Pusat Wisata Religi Ramadan 2026 dengan Pameran Artefak Nabi

JAKARTA - Kabupaten Bogor disiapkan menjadi pusat wisata religi selama bulan suci Ramadan 2026 melalui pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW yang dipamerkan untuk pertama kalinya kepada publik di kawasan Laga Tangkas, Stadion Pakansari, Cibinong pada 20 Februari 2026.

Pameran ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang ditujukan untuk memperkaya pengalaman spiritual masyarakat sekaligus menguatkan posisi Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan daya tarik religius terbesar di Jawa Barat menjelang Ramadan.

Penguatan Identitas Religi Kabupaten Bogor

Pameran yang dibuka oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menghadirkan 75 artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW, termasuk sejumlah benda langka yang menurut Rudy belum pernah dilihat secara langsung sebelumnya seperti penutup kepala, rambut, hingga ekstrak keringat Rasulullah SAW.

Rudy menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan anugerah besar sekaligus momentum penting dalam memperkuat identitas religi dan kebudayaan Kabupaten Bogor. “Tentu kita bersyukur kepada Allah SWT, tahun 2025 kita diberikan keberkahan dengan hadirnya Mahkota Binokasih untuk pertama kalinya setelah Kerajaan Pajajaran terpecah. Tahun 2026 ini kita kembali diberikan keberkahan luar biasa dengan terbangunnya Masjid Raya Nurul Waton serta terselenggaranya pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Bogor.”

Menurutnya, kehadiran pameran artefak ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi bagian dari upaya untuk menggabungkan pembangunan fisik dengan penguatan nilai-nilai spiritual dan sejarah Islam. Rudy mengajak masyarakat untuk memaknai momentum Ramadan ini sebagai kesempatan memperbanyak doa dan mempererat kebersamaan antarumat Islam di daerah.

Menjadi Magnet Wisata Religi dan Penggerak Ekonomi Lokal

Pameran artefak Nabi Muhammad SAW ini diproyeksikan menjadi salah satu magnet utama wisata religi Ramadan 2026 yang berdampak pada pergerakan ekonomi lokal, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi acara. Setiap hari kegiatan ini dibuka untuk umum tanpa biaya masuk mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, sehingga masyarakat luas dari berbagai daerah dapat mengunjungi secara gratis.

Dengan konsep terbuka untuk umum, penyelenggara berharap pameran menjadi ruang edukasi sejarah Islam sekaligus penguatan batin masyarakat di bulan suci. Area khusus juga disiapkan bagi pengunjung yang ingin berdoa dan bermunajat, termasuk fasilitas kursi di kawasan Laga Satria untuk menunjang kenyamanan jamaah.

Selain sebagai ajang spiritual, pameran ini juga diharapkan menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pedagang kecil sampai usaha mikro di sekitar lokasi acara. Pengunjung yang datang tidak hanya akan menikmati sisi religius sejarah Islam, tetapi juga berkontribusi dalam aktivitas ekonomi yang melibatkan pelaku UMKM setempat.

Persiapan dan Koordinasi Lintas Unsur

Penyelenggaraan kegiatan ini dilakukan melalui koordinasi lintas unsur pemerintahan dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bogor mempersiapkan rangkaian pameran ini secara matang bersama para ulama, organisasi Islam, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rudy menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib dan aman selama Ramadan.

Pengamanan acara melibatkan berbagai instansi seperti Polres Bogor, Kodim, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor. Langkah ini diambil mengingat potensi tinggi kunjungan masyarakat selama bulan suci dan kebutuhan untuk menjaga suasana yang kondusif.

Rudy juga berharap agar penyelenggaraan pameran ini menjadi contoh bagi daerah lain dalam memaksimalkan potensi religius budaya Islam sebagai salah satu daya tarik wisata. Menurutnya, religiusitas tidak hanya aspek ibadah semata, tetapi juga menjadi daya tarik sosial budaya yang dapat memperkaya pengalaman umat selama Ramadan.

Momentum Spiritual dan Refleksi Sejarah Islam

Para pengunjung tidak hanya disuguhkan objek sejarah, tetapi juga dimotivasi untuk melakukan refleksi spiritual terhadap kehidupan Nabi Muhammad SAW. Rudy menilai bahwa artefak-artefak yang dipamerkan menjadi pengingat pentingnya bermunajat kepada Allah dan memperbanyak puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. “Banyak yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Ini menjadi pengingat bagi kita untuk bermunajat kepada Allah dan memperbanyak puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Bagi banyak masyarakat, kesempatan melihat secara langsung benda-benda yang berkaitan dengan sejarah Islam juga membuka ruang dialog spiritual yang lebih mendalam. Kegiatan berdoa bersama dan bermunajat di area khusus pameran diharapkan memperkuat ikatan batin umat Islam dalam menyambut Ramadan.

Harapan untuk Kabupaten Bogor dan Bangsa

Rudy menutup sambutannya dengan harapan bahwa momentum Ramadan ini dapat semakin mendekatkan masyarakat pada kegiatan religius dan memberi keberkahan bagi Kabupaten Bogor serta bangsa Indonesia. “Kita berharap momentum Ramadan ini semakin mendekatkan masyarakat pada kegiatan religius. Semoga kehadiran peninggalan ini membawa keberkahan bagi Kabupaten Bogor dan bangsa Indonesia,” tutupnya.

Dengan terselenggaranya pameran artefak Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari kegiatan wisata religi Ramadan 2026, Kabupaten Bogor berharap dapat memperkuat posisinya sebagai episentrum kegiatan religius sekaligus menciptakan dampak positif bagi spiritual dan ekonomi masyarakat luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index