MBG

BEEF Perluas Peran dalam Program Susu MBG, Siap Impor 2 Juta Sapi untuk Pasokan Nasional

BEEF Perluas Peran dalam Program Susu MBG, Siap Impor 2 Juta Sapi untuk Pasokan Nasional
BEEF Perluas Peran dalam Program Susu MBG, Siap Impor 2 Juta Sapi untuk Pasokan Nasional

JAKARTA - PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) kembali mengambil langkah strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui impor ratusan ekor sapi perah yang dinilai penting untuk meningkatkan pasokan susu segar nasional dalam jangka panjang. Upaya ini merupakan bagian dari rencana besar perusahaan bersama mitra strategisnya untuk memenuhi kebutuhan susu yang terus meningkat demi mensukseskan target pemerintah.

Peran Strategis BEEF dalam Mendukung MBG

PT Estika Tata Tiara Tbk, yang dikenal di pasar modal sebagai BEEF, telah mendaratkan sebanyak 250 ekor sapi perah impor di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah. Kedatangan ternak ini merupakan kontribusi nyata perusahaan dalam memperkuat pasokan susu segar untuk program MBG yang dicanangkan pemerintah.

Program MBG sendiri adalah salah satu prioritas pemerintah yang dirancang untuk memperluas akses pangan bergizi, termasuk susu, bagi jutaan masyarakat. Sejak Januari 2025, pemerintah menargetkan sebanyak 20 juta penerima manfaat MBG dengan kebutuhan susu nasional diperkirakan mencapai sekitar 4 juta ton per tahun. Untuk menunjang kebutuhan tersebut, pemerintah telah merencanakan impor 2 juta ekor sapi dalam lima tahun ke depan. Rencana awal menargetkan 400 ribu ekor sapi sepanjang 2025, yang setengahnya berupa sapi perah indukan.

Proses Karantina dan Penempatan Sapi Perah

Sebagai bagian dari proses yang ketat, seluruh sapi perah impor yang tiba telah melalui masa karantina selama 14 hari sesuai dengan protokol kesehatan hewan yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa ternak yang masuk dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit yang berisiko bagi populasi ternak lokal.

Setelah masa karantina usai, ratusan sapi tersebut kemudian dipindahkan ke Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Manggala di Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan. Berada di dataran tinggi dengan iklim sejuk, kawasan ini menawarkan kondisi agroklimat yang optimal bagi produktivitas susu dan kesejahteraan hewan.

Pembangunan Infrastruktur dan Dukungan Teknis

Untuk mendukung proses produksi susu yang efektif, BEEF telah mempersiapkan berbagai fasilitas yang memadai. Termasuk di dalamnya pembangunan kandang dengan sistem ventilasi yang dirancang demi kenyamanan sapi, pengelolaan lahan pakan hijauan, serta kerja sama dengan tenaga ahli dari BBPTU Baturaden untuk pengawasan teknis.

Selain fasilitas fisik, perseroan juga menjalin kerja sama global dalam hal transfer teknologi dan dukungan rantai dingin (cold chain), yang dirancang untuk menjaga kualitas susu segar agar tetap terjaga saat didistribusikan sampai ke tangan konsumen.

Sinergi Bisnis dan Target Jangka Panjang

Pengadaan sapi perah impor ini terlaksana melalui kerja sama strategis dengan PT Lunar Chemplast sebagai mitra dalam proses pengadaan dan importasi. Sinergi ini bertujuan untuk menjamin bahwa seluruh ternak yang didatangkan tidak hanya memenuhi standar kesehatan internasional, tetapi juga memiliki produktivitas tinggi demi keberlanjutan operasional perusahaan.

Manajemen Estika Tata Tiara optimistis bahwa penambahan populasi sapi perah ini akan mendorong peningkatan kapasitas produksi susu segar secara signifikan. Dalam pernyataannya, manajemen menegaskan bahwa langkah ini menempatkan perusahaan dalam posisi penting dalam pembangunan sektor peternakan modern yang berorientasi pada ketahanan pangan nasional serta pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia.

Tantangan dan Harapan dalam Rangka Ketahanan Pangan

Langkah BEEF ini sejalan dengan target pemerintah dalam memperkuat ketersediaan susu segar dalam negeri. Kebijakan impor ternak yang terencana ini bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, namun juga meningkatkan kemampuan produksi nasional dalam jangka panjang. Upaya ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor peternakan yang lebih modern dan tangguh menghadapi tantangan ketahanan pangan.

BEEF bersama mitra strategisnya terus mengejar target yang lebih besar dalam lima tahun mendatang, yaitu mengimpor hingga 2 juta ekor sapi sebagai bagian dari kontribusi terhadap program MBG yang lebih luas. Tantangan kedepan semakin kompleks, namun sinergi antara sektor swasta dan kebijakan pemerintah diharapkan mampu membuka peluang baru untuk ketahanan pangan nasional yang lebih berkelanjutan.

Dengan langkah ini, BEEF menegaskan posisinya sebagai pelaku industri yang tidak hanya fokus pada bisnis semata, tetapi juga turut serta menjadi bagian dari solusi dalam menyelesaikan persoalan kekurangan pasokan susu di Indonesia melalui dukungan nyata terhadap program pangan nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index