JAKARTA - Pemerintah Kota Palembang menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah pada 2026, seiring dipasangnya target ambisius untuk menembus lebih dari 2,3 juta kunjungan wisatawan sepanjang tahun. Upaya tersebut tidak hanya mengandalkan promosi destinasi, tetapi juga memadukan strategi penguatan infrastruktur, pengembangan event, serta kolaborasi lintas sektor agar dampaknya terasa luas bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Irman, menegaskan bahwa target tersebut disusun berdasarkan evaluasi potensi kota, tren kunjungan sebelumnya, serta kesiapan infrastruktur dan sumber daya. Menurutnya, angka itu bukan sekadar target statistik, melainkan tolok ukur keseriusan pemerintah dalam menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan. “Kunjungan wisatawan tahun 2026 harus melampaui 2,3 juta. Karena itu, berbagai event dan program peningkatan kunjungan terus kami siapkan, termasuk mengoptimalkan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Irman, Rabu (11 Februari 2026).
Penguatan Pariwisata sebagai Motor Ekonomi Daerah
Pariwisata dinilai memiliki efek berganda yang kuat terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Setiap peningkatan jumlah wisatawan akan berdampak langsung pada sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Oleh sebab itu, Pemkot Palembang memposisikan pariwisata bukan hanya sebagai sektor hiburan, tetapi sebagai instrumen pembangunan yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Irman menjelaskan, strategi yang disiapkan mencakup peningkatan kualitas destinasi, promosi yang terintegrasi, serta penguatan agenda wisata yang tersebar sepanjang tahun. Dengan pendekatan tersebut, arus kunjungan diharapkan tidak menumpuk pada momen tertentu saja, melainkan merata sejak awal hingga akhir tahun. Konsistensi kunjungan ini menjadi kunci agar perputaran ekonomi dapat berlangsung stabil dan berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya citra kota sebagai destinasi ramah wisatawan. Kenyamanan, keamanan, serta kemudahan akses menjadi faktor yang terus diperhatikan. Melalui pembenahan fasilitas umum dan destinasi unggulan, Palembang berupaya memperkuat daya saingnya di tengah ketatnya persaingan antarwilayah dalam menarik wisatawan.
Calendar Charming Events 2026 sebagai Strategi Utama
Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah peluncuran Calendar Charming Events of Palembang 2026. Kalender ini memuat rangkaian agenda wisata, budaya, olahraga, dan ekonomi kreatif yang disusun sepanjang tahun. Program tersebut dirancang agar wisatawan memiliki banyak pilihan waktu dan alasan untuk berkunjung, sekaligus mendorong perputaran ekonomi yang merata.
Pada Februari, misalnya, sejumlah kegiatan unggulan telah dijadwalkan, mulai dari Ziarah Kubro yang menjadi magnet wisata religi, perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, rangkaian Lunar New Year, hingga festival ekonomi kreatif dan olahraga di berbagai destinasi kota. Deretan acara tersebut diharapkan mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus memperkuat identitas Palembang sebagai kota yang kaya tradisi dan budaya.
Menurut Irman, pendekatan berbasis event terbukti efektif dalam meningkatkan kunjungan sekaligus menggerakkan sektor usaha lokal. Aktivitas pariwisata yang hidup akan memberikan dampak positif bagi perhotelan, restoran, penyedia transportasi, hingga pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Dengan dukungan kalender event yang padat dan variatif, arus kunjungan diharapkan tetap terjaga sepanjang tahun.
Pembenahan Infrastruktur untuk Kenyamanan Wisatawan
Tidak hanya berfokus pada agenda wisata, Pemkot Palembang juga menaruh perhatian besar pada pembenahan infrastruktur di sejumlah destinasi. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kualitas layanan bagi pengunjung. Beberapa lokasi wisata yang dinilai strategis saat ini tengah menjalani proses perbaikan dan peningkatan fasilitas.
Irman menyebut, pembenahan tersebut mencakup perbaikan akses jalan, penataan kawasan, hingga peningkatan fasilitas pendukung seperti ruang publik, sanitasi, dan area parkir. Langkah ini diyakini akan memberikan pengalaman berwisata yang lebih baik, sehingga mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung dan merekomendasikan Palembang sebagai tujuan wisata.
“Ada beberapa destinasi yang sedang diperbaiki. Harapannya, program ini tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kota Palembang,” katanya. Dengan infrastruktur yang memadai, daya tarik kota diharapkan semakin kuat dan mampu bersaing dengan destinasi lain di tingkat regional maupun nasional.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Peran Masyarakat
Keberhasilan program pariwisata tidak terlepas dari dukungan lintas sektor. Pemkot Palembang terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah provinsi, pelaku industri, komunitas kreatif, akademisi, serta masyarakat. Sinergi ini dianggap penting agar setiap program memiliki dampak luas dan berkelanjutan.
Masyarakat lokal juga diharapkan terlibat aktif, baik sebagai pelaku usaha, penyedia jasa, maupun duta wisata yang menjaga citra kota. Partisipasi warga menjadi elemen penting dalam menciptakan suasana ramah dan aman bagi wisatawan. Dengan keterlibatan tersebut, manfaat pariwisata tidak hanya terpusat pada kelompok tertentu, melainkan dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Ke depan, berbagai program tambahan masih disiapkan untuk memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan kualitas destinasi. Pemkot Palembang optimistis, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, sektor pariwisata dapat memperkuat citra kota sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Sumatera. Melalui strategi terpadu antara event, infrastruktur, dan kolaborasi, target jutaan wisatawan pada 2026 diyakini dapat tercapai, sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.