BANK INDONESIA

Bank Indonesia dan OIKN Perluas Edukasi QRIS Melalui Kegiatan Unik di IKN

Bank Indonesia dan OIKN Perluas Edukasi QRIS Melalui Kegiatan Unik di IKN
Bank Indonesia dan OIKN Perluas Edukasi QRIS Melalui Kegiatan Unik di IKN

JAKARTA - Bank Indonesia bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) semakin intensif mengkampanyekan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bagian dari percepatan digitalisasi transaksi keuangan di Indonesia, khususnya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Kampanye ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi, tetapi juga untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang manfaat sistem pembayaran digital dalam kehidupan sehari-hari.

Kampanye QRIS Melalui Nusantara QRIS Run 5K

Bank Indonesia bersama OIKN memilih cara unik dalam memperkenalkan QRIS kepada masyarakat luas melalui kegiatan olahraga bertajuk Nusantara QRIS Run 5K yang digelar pada hari Ahad kemarin. Acara lari yang diikuti oleh sekitar 1.000 peserta tersebut berlangsung menyusuri Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, sekaligus menampilkan lanskap asri yang merupakan bagian dari pembangunan ibu kota baru.

Kegiatan Nusantara QRIS Run 5K tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan QRIS sebagai sistem pembayaran digital. Para peserta dan pengunjung mendapatkan informasi mengenai bagaimana QRIS dapat mempermudah transaksi, mengurangi biaya, serta menjamin keamanan dalam bertransaksi tanpa uang tunai.

Pesan Bank Indonesia dan OIKN

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekretariat Kerja Bersama (SKB) Bank Indonesia IKN, Syachman Perdymer, menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital sebagai bagian dari percepatan digitalisasi transaksi keuangan di masyarakat. “Kami terus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS, sebagai bentuk percepatan digitalisasi transaksi keuangan bagi masyarakat Kalimantan Timur,” ujarnya di Nusantara, Senin (9 Februari 2026).

Syachman juga menjelaskan bahwa digitalisasi keuangan memiliki sejumlah manfaat, antara lain mengurangi waktu dan biaya transaksi, menekan risiko kehilangan atau pencurian uang tunai, serta memungkinkan masyarakat melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja. Ia berharap kampanye seperti Nusantara QRIS Run dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat sehingga pemanfaatan QRIS akan semakin luas.

Senada dengan hal itu, Deputi Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Agung Indrajit, mengatakan bahwa kolaborasi antara olahraga dan literasi digital merupakan pendekatan yang menarik untuk memperkenalkan konsep ekonomi digital kepada masyarakat. Menurutnya, pendekatan seperti ini tidak hanya membuat masyarakat tertarik untuk berpartisipasi dalam kegiatan sehat, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan pemahaman tentang sistem pembayaran digital.

Strategi Edukasi dan Literasi Digital

Agung Indrajit menyampaikan bahwa sinergi yang ada antara olahraga dan literasi ekonomi digital adalah bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkenalkan digitalisasi keuangan kepada masyarakat. Ia mengutarakan bahwa ke depan, Bank Indonesia, OIKN, dan pihak terkait lainnya akan melakukan pengembangan pasar yang berbeda dari yang ada di Jakarta. Rencananya, mereka akan menerapkan pendekatan seperti running text harga pasar, informasi harga inflasi, dan literasi ekonomi bagi para pedagang di pasar.

Pendekatan ini dinilainya akan membantu pedagang dan masyarakat umum memahami perubahan dalam sistem pembayaran serta manfaat teknologi digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Integrasi antara gaya hidup sehat, pendidikan ekonomi, dan digitalisasi keuangan ini diharapkan menjadi bagian dari ekosistem kota masa depan yang berkelanjutan dan inklusif bagi semua kalangan.

Manfaat QRIS untuk Perekonomian Digital

QRIS merupakan standar nasional pembayaran berbasis kode QR yang dikembangkan untuk mempercepat penggunaan sistem pembayaran digital di Indonesia. Sistem ini dirancang untuk mempermudah transaksi antara konsumen dan pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan inklusi keuangan di berbagai lapisan masyarakat.

Data menunjukkan bahwa penggunaan QRIS terus meningkat secara signifikan dalam beberapa periode terakhir. Misalnya, pada Januari 2025, transaksi QRIS tercatat mencapai nominal Rp80,88 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang kuat dari penggunaan metode pembayaran digital ini di berbagai sektor ekonomi.

Tidak hanya itu, menurut data Bank Indonesia sebelumnya, transaksi QRIS juga mengalami pertumbuhan yang luar biasa secara tahunan, dengan jumlah pengguna yang mencapai puluhan juta dan merchant yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital seperti QRIS telah menjadi pilihan dan bagian dari gaya hidup serta kegiatan ekonomi masyarakat.

Peran Kolaboratif untuk Transformasi Digital

Kolaborasi antara Bank Indonesia, OIKN, dan berbagai pihak lain seperti pemerintah daerah dan pelaku usaha merupakan kunci utama dalam memperluas adopsi sistem pembayaran digital di berbagai wilayah. Kegiatan seperti Nusantara QRIS Run memperlihatkan bagaimana transformasi digital tidak hanya dilihat sebagai sebuah kebijakan teknokratis, tetapi juga merupakan sebuah upaya untuk menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung melalui aktivitas yang menyenangkan dan edukatif.

Dengan strategi ini, Bank Indonesia dan OIKN berharap tidak hanya meningkatkan jumlah pengguna sistem pembayaran digital tetapi juga memperkuat literasi finansial dan digital masyarakat Indonesia. Transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan, terutama di era di mana teknologi dan inovasi memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index