LIGA ITALIA

Juventus Pesta Gol di Tardini: Bremer Jadi Bintang Utama Kemenangan Besar

Juventus Pesta Gol di Tardini: Bremer Jadi Bintang Utama Kemenangan Besar

JAKARTA - Juventus menunjukkan kelasnya saat bertandang ke Stadio Ennio Tardini—kandang Parma—dalam lanjutan Serie A musim 2025/2026, Senin (2/2/2026) dini hari WIB. Bianconeri tampil luar biasa dengan kemenangan telak 4-1, menegaskan dominasi mereka sejak awal pertandingan.

Sejak sepak mula, Juventus langsung mengambil kendali permainan dengan intensitas tinggi di seluruh lini. Tekanan yang terus menerus membuahkan hasil ketika Bremer, sang bek tengah, membuka gol pertama lewat sundulan mematikan hasil sepak pojok. Parma pun kesulitan menahan ritme permainan tim tamu, yang membuat perbedaan kualitas terlihat jelas sepanjang 90 menit.

Kemenangan ini bukan hanya soal banyaknya gol, tetapi bagaimana setiap lini Juventus berkontribusi dalam laju skor. Dari lini belakang hingga depan, semua pemain Juventus menunjukkan performa yang patut mendapat sorotan.

Bremer: “Monster di Tardini” dengan Dua Gol Spektakuler

Nama Gleison Bremer menjadi sorotan utama pertandingan ini. Bek asal Brasil itu tidak hanya solid secara defensif, tetapi juga menjadi ancaman nyata di lini serang Juventus. Bremer mencetak dua gol dari posisinya sebagai bek tengah—sebuah prestasi yang langka dan impresif dalam konteks performa seorang defender.

Gol pertama Bremer lahir dari situasi bola mati di menit 15, ketika sundulan kuatnya menyambut sepak pojok Francisco Conceicao dan gagal diantisipasi kiper Parma. Ia kembali memanfaatkan bola mati untuk mencetak gol keduanya pada babak kedua, memastikan Juventus menjauh di papan skor.

Peran Bremer tidak hanya mencetak gol. Aksinya di udara, ketajaman penempatan posisi, serta dominasi fisik turut membuatnya layak mendapat pujian tinggi dari fans maupun pengamat. Ia bahkan mendapat sebutan sebagai Man of the Match berkat kontribusi kompletnya di laga ini.

Rapor Pemain Juventus: Lini Pertahanan Menjanjikan

Selain Bremer yang bersinar, lini belakang Juventus menunjukkan performa yang solid dengan penilaian positif dari berbagai pemain:

Michele Di Gregorio – 7: Kiper Juventus ini menjalani pertandingan tenang di bawah mistar, melakukan tiga penyelamatan penting dan memberikan distribusi bola yang rapi.

Lloyd Kelly – 7,5: Kelly tampil percaya diri dengan duel-duel yang kuat, sambil memberikan umpan-umpan akurat dan sapuan penting.

Pierre Kalulu – 8,5: Bek ini memberi kontribusi besar dalam fase serangan dengan dua assist, dan terus merepotkan pertahanan Parma sepanjang laga.

Andrea Cambiaso – 6: Meski sempat menjadi sorotan negatif karena gol bunuh diri, Cambiaso sebenarnya cukup rapi dalam penguasaan bola sebelum insiden tersebut.

Penampilan pertahanan ini membantu Juventus menjaga ritme permainan mereka, dan memberikan landasan kuat bagi lini serang untuk terus menekan Parma.

Peran Gelandang dan Penyerang dalam Dominasi Bianconeri

Peran penting juga datang dari lini tengah dan depan Juventus, di mana sejumlah pemain tampil impresif:

Manuel Locatelli – 8: Gelandang yang mengatur tempo permainan sangat krusial bagi Juventus, dengan banyak sentuhan dan penguasaan bola.

Francisco Conceicao – 8: Winger asal Portugal itu tampil eksplosif, memberi assist dan terus merepotkan pertahanan Parma.

Kenan Yildiz – 7: Pemain muda ini aktif menggiring bola dan menciptakan peluang sepanjang laga.

Weston McKennie – 8,5: McKennie juga mencetak gol penting dan menunjukkan energi tinggi di lini tengah.

Sementara di lini depan, Jonathan David – 8,5 memimpin serangan dengan kecerdasan pergerakan dan juga menyumbang satu gol yang semakin memperbesar skor akhir.

Kombinasi para gelandang dan penyerang ini tidak hanya mencetak gol, tetapi juga memberikan kreativitas tinggi dan pilihan serangan yang konsisten selama pertandingan.

Kontribusi Pemain Cadangan & Dampak Kemenangan

Pada fase akhir pertandingan, sejumlah pemain pengganti seperti Fabio Miretti, Filip Kostic, Federico Gatti, Juan Cabal, dan Lois Openda masuk untuk menjaga ritme tim Juventus. Meskipun tidak semua pemain cadangan mencetak gol, kehadiran mereka membantu tim mempertahankan intensitas permainan hingga peluit akhir dibunyikan.

Salah satu yang berhasil mencetak gol dari bangku cadangan adalah Lois Openda, meskipun golnya sempat dianulir. Kehadiran para pemain pelapis tersebut menunjukkan kedalaman skuad Juventus yang saat ini memungkinkan rotasi tanpa merusak kualitas permainan.

Tambahan tiga poin dari laga ini membawa Juventus naik ke posisi keempat klasemen Serie A dengan koleksi 45 poin—sebuah langkah penting dalam perjuangan mereka mengejar tempat di kompetisi Eropa musim depan.

Juventus memang tidak sekadar menang besar di Tardini — mereka menunjukkan harmoni tim yang lengkap, di mana para pemain dari setiap lini tampil maksimal untuk meraih tiga poin penting sekali lagi di Serie A.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index