Kemenkes

Kemenkes Sukses Pemulihan 80 Persen Alkes, Fokus pada Puskesmas dan Rumah Sakit

Kemenkes Sukses Pemulihan 80 Persen  Alkes, Fokus pada Puskesmas dan Rumah Sakit
Kemenkes Sukses Pemulihan 80 Persen Alkes, Fokus pada Puskesmas dan Rumah Sakit

JAKARTA - Dalam upaya memastikan keberlanjutan layanan kesehatan bagi korban bencana di Sumatera, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah berhasil memenuhi 80 persen kebutuhan alat kesehatan (alkes). 

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia. Menurut Rizka, alat-alat kesehatan yang dibutuhkan telah disalurkan ke berbagai rumah sakit dan puskesmas di wilayah terdampak, dan proses pemenuhan akan terus berlanjut.

"Termasuk juga di puskesmas. Sekarang tahapnya sudah ke puskesmas, karena kita harus segera operasional. Sudah operasional semua rumah sakit, termasuk bedah juga," ujar Rizka dalam keterangan resmi. 

Pemenuhan kebutuhan alkes dilakukan tidak hanya melalui suplai langsung dari Kementerian Kesehatan, tetapi juga melibatkan donasi dari berbagai pihak yang peduli terhadap kondisi daerah terdampak.

Proses Pemulihan Berlanjut, Fokus pada Operasional Puskesmas dan Rumah Sakit

Langkah cepat dari Kemenkes bertujuan agar fasilitas kesehatan dapat segera beroperasi dengan baik, terutama di daerah yang paling terdampak bencana. 

Rizka menjelaskan bahwa sekarang fokus utama adalah memastikan puskesmas juga dapat beroperasi kembali. Hal ini penting agar layanan kesehatan tidak terputus dan warga yang membutuhkan perawatan bisa mendapatkannya secepat mungkin.

“Sekarang tahapnya sudah ke puskesmas. Kita harus segera operasional. Sudah operasional semua rumah sakit, termasuk bedah juga,” kata Rizka. 

Menurutnya, fasilitas rumah sakit dan puskesmas yang semula rusak atau terganggu akibat bencana, kini perlahan-lahan bisa berfungsi kembali setelah dilakukan perbaikan dan penyediaan alat-alat medis yang diperlukan.

Target Pemulihan 100% pada Maret 2026

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, juga menambahkan bahwa pihaknya menargetkan pemulihan penuh layanan kesehatan di daerah Sumatera yang terdampak bencana pada Maret 2026. 

Budi mengungkapkan bahwa dengan komitmen penuh dari Kemenkes dan bantuan berbagai pihak, seluruh rumah sakit dan puskesmas yang terdampak akan dapat beroperasi 100 persen pada waktu tersebut.

“Target kita berikutnya adalah di bulan Maret kita mau recover semuanya 100 persen. Jadi Bapak-Ibu kalau datang nanti, kita sudah list semua rumah sakit, puskesmas, kurangnya apa,” ujarnya dalam rapat bersama DPR. 

Dengan rencana ini, Kemenkes berharap kondisi layanan kesehatan akan kembali stabil, dan semua fasilitas dapat menjalankan operasional dengan baik seperti sebelum bencana.

Tantangan Infrastruktur dan Kebutuhan Kasur

Meski progres pemulihan sudah mencapai 80 persen, Budi juga mengungkapkan bahwa masih ada beberapa kebutuhan penting yang harus dipenuhi untuk memastikan layanan kesehatan berjalan lancar. Salah satunya adalah kebutuhan ribuan kasur yang rusak akibat lumpur dan dampak bencana lainnya.

“Beberapa fasilitas masih diperlukan guna memastikan layanan kesehatan dapat berjalan dengan baik. Contohnya, ribuan kasur masih dibutuhkan, karena banyak yang rusak akibat lumpur,” kata Budi. 

Kemenkes sedang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan otomotif, untuk memperbaiki fasilitas yang rusak, seperti ambulans, agar dapat segera digunakan kembali.

Donasi dan Rekonstruksi Fasilitas Kesehatan

Untuk mempercepat pemulihan, Kemenkes juga membuka saluran donasi bagi masyarakat maupun perusahaan yang ingin membantu pemenuhan kebutuhan alkes dan fasilitas kesehatan. 

Salah satu alat kesehatan yang masih sangat dibutuhkan adalah X-ray, yang sangat penting dalam proses diagnosis pasien yang mengalami cedera atau penyakit pasca-bencana.

Selain itu, Kemenkes juga berfokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi rumah bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terdampak bencana. Para tenaga medis ini menjadi garda terdepan dalam penanganan kesehatan di daerah terdampak, dan penting bagi mereka untuk memiliki tempat tinggal yang layak agar bisa bekerja dengan optimal.

“Pihak kami juga mengejar rehabilitasi dan rekonstruksi rumah para tenaga medis yang terdampak bencana. Mereka juga membutuhkan tempat tinggal yang layak untuk bekerja dengan baik,” lanjut Budi.

Kerja Sama dengan Pihak Terkait untuk Mempercepat Pemulihan

Kemenkes tidak bekerja sendiri dalam memulihkan fasilitas kesehatan di daerah Sumatera yang terdampak bencana. 

Kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari sektor publik maupun swasta, sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan. Salah satu langkah yang diambil adalah menggandeng perusahaan otomotif besar, seperti Astra, Daihatsu, dan Isuzu, untuk membantu memperbaiki ambulans yang rusak akibat bencana.

Kerja sama ini memastikan bahwa ambulans yang digunakan untuk mengangkut pasien dapat kembali beroperasi dengan baik. “Kami sudah menghubungi berbagai perusahaan otomotif, seperti Astra, Daihatsu, Isuzu, untuk membantu memperbaiki ambulans yang rusak,” tambah Budi.

Arah dan Harapan Pemulihan Kemenkes

Langkah-langkah yang diambil Kemenkes dalam menghadapi tantangan pemulihan fasilitas kesehatan ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk memastikan akses layanan kesehatan tetap terjaga di tengah bencana. 

Meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi, baik dari segi infrastruktur, peralatan medis, maupun kebutuhan manusiawi lainnya, pemulihan diharapkan bisa selesai sesuai target.

Selain itu, bantuan dan donasi yang diterima dari masyarakat dan sektor swasta juga akan mempercepat proses pemulihan dan memungkinkan fasilitas kesehatan untuk lebih cepat berfungsi kembali. 

Dengan adanya kerja sama ini, masyarakat di daerah terdampak bencana akan segera mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik, sehingga mereka dapat pulih dan melanjutkan kehidupan mereka dengan lebih cepat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index