JAKARTA - Generasi muda saat ini menghadapi tantangan keuangan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.
Dengan berbagai peluang investasi, teknologi digital, dan kebutuhan hidup yang meningkat, kemampuan memahami serta mengelola keuangan menjadi sangat penting.
Literasi keuangan bukan hanya tentang menabung, tetapi juga memahami risiko, peluang, dan strategi cerdas agar setiap keputusan finansial membawa manfaat jangka panjang.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menekankan prinsip 3M sebagai kunci agar generasi muda dapat mengelola keuangan dan investasi dengan cerdas. Ketiga prinsip tersebut adalah melek digital, memiliki perencanaan keuangan, dan membangun mentalitas investasi jangka panjang.
1. Melek Digital: Pahami Profil Risiko dan Instrumen Investasi
Prinsip pertama, melek digital, menjadi fondasi penting dalam era teknologi keuangan. Generasi muda harus memahami profil risiko mereka sebelum menempatkan dana pada instrumen investasi tertentu. Profil risiko ini terbagi menjadi risk averse (menghindari risiko), moderat, dan risk taker (siap mengambil risiko lebih tinggi).
Selain itu, memilih instrumen resmi dan berizin menjadi hal yang krusial. Dengan memanfaatkan teknologi, informasi mengenai produk keuangan resmi kini lebih mudah diakses, sehingga investor muda dapat membandingkan berbagai opsi, menilai risiko, dan membuat keputusan yang lebih tepat.
2. Perencanaan Keuangan Sejak Dini: Mulai dari Dana Darurat
Prinsip kedua adalah memiliki perencanaan keuangan sejak awal. Hal ini mencakup pembiasaan menabung, membangun dana darurat, serta menghindari utang konsumtif.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menyampaikan, “Pada saat mendapatkan penghasilan, mulailah menyisihkan bukan menyisakan untuk menyiapkan dana cadangan dalam bentuk simpanan guna memenuhi kebutuhan operasional beberapa bulan ke depan 3–6 bulan dan kondisi darurat emergency fund.”
Dana cadangan ini memberikan keamanan finansial bagi individu dan memungkinkan mereka berinvestasi secara lebih tenang.
Setelah likuiditas cukup, sisa dana dapat diarahkan ke instrumen bisnis atau investasi legal yang dipahami risikonya. Hal ini membangun kebiasaan positif yang mendorong pertumbuhan kekayaan secara berkelanjutan.
3. Mentalitas Investasi Jangka Panjang: Seperti Pelari Maraton
Investasi bukanlah perlombaan cepat, melainkan seperti maraton finansial. Prinsip ketiga dari 3M menekankan pentingnya mentalitas jangka panjang.
Keuntungan besar biasanya muncul dalam waktu panjang, sehingga investor tidak boleh tergiur imbal hasil tinggi dalam waktu singkat.
Masyita Crystallin, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, menambahkan bahwa investor harus mempertimbangkan periode waktu investasi jangka pendek, menengah, atau panjang dan mendiversifikasi risiko ke berbagai instrumen.
Dengan strategi ini, potensi cuan dapat dimaksimalkan sambil meminimalkan kerugian.
Pentingnya Diversifikasi dan Legalitas Produk Investasi
Selain strategi 3M, generasi muda juga perlu memastikan setiap produk investasi memiliki izin dari otoritas berwenang.
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Irhamsah, menyatakan, “OJK telah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal Satgas PASTI bersama otoritas terkait untuk mengatasi aktivitas keuangan ilegal yang menimbulkan risiko bagi masyarakat dan stabilitas keuangan.”
Dengan memilih produk legal dan melakukan diversifikasi misalnya menempatkan dana di saham, obligasi, atau reksa dana investor dapat melindungi asetnya dari risiko tunggal sekaligus mengoptimalkan potensi keuntungan.
Cerdas, Cermat, dan Cuan: Filosofi 3M
Penerapan prinsip 3M bukan sekadar teori, melainkan strategi nyata untuk membangun keuangan sehat. Dengan melek digital, perencanaan yang matang, dan mentalitas investasi jangka panjang, generasi muda dapat mengelola pendapatan secara efisien, menabung, dan menanamkan modal pada instrumen yang tepat.
Filosofi cepat cerdas, cermat, dan cuan ini mendorong kesadaran bahwa pengelolaan keuangan bukan aktivitas instan, melainkan proses berkelanjutan. Setiap keputusan yang bijak berpotensi meningkatkan kestabilan finansial sekaligus membangun ketahanan ekonomi pribadi.
Kunci Kesuksesan Finansial Generasi Muda
Generasi muda harus memandang keuangan dan investasi sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Literasi keuangan, pengelolaan dana yang cerdas, serta pemahaman risiko dan instrumen investasi menjadi fondasi untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang.
Prinsip 3M melek digital, memiliki perencanaan keuangan, dan mentalitas investasi jangka panjang memberikan panduan praktis agar generasi muda tidak hanya mampu bertahan menghadapi tantangan finansial, tetapi juga memanfaatkan peluang yang ada untuk membangun kekayaan.
Dengan menerapkan prinsip ini, langkah menuju stabilitas dan kesejahteraan finansial menjadi lebih terarah dan terukur.