PELNI Siapkan Tiga Kapal Penumpang Baru, Beroperasi Mulai 2029

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:17:01 WIB
Armada Berusia di Atas 40 Tahun, PELNI Adakan 3 Kapal Penumpang Baru [FOTO: NET].

JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengagendakan pengadaan tiga unit kapal penumpang anyar demi menopang strategi jangka panjang korporasi dalam mendongkrak mutu pelayanan serta merawat keandalan operasional lini armada. 

Langkah mendatangkan armada baru ini mulai dieksekusi pada tahun 2026 dan diproyeksikan selesai sekaligus mengudara secara bertahap pada kurun waktu 2029 sampai 2030.

Direktur Utama PELNI, Budi Setyawan Wijaya, mengutarakan bahwa peremajaan armada baru ini menjadi suatu urgensi mendesak mengingat mayoritas kapal angkutan penumpang yang dikelola saat sekarang telah berumur di atas 40 tahun.

“Salah satu program yang akan kami lakukan adalah pengadaan tiga kapal penumpang baru. Karena memang banyak kapal kami yang usianya sudah di atas 40 tahun," kata Budi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Parlemen Senayan, Rabu (24/6/2026).

"Meskipun secara kelayakan teknis masih layak beroperasi, faktor usia tentu menimbulkan berbagai kendala operasional sehingga menjadi kurang efisien. Karena itu, kami targetkan tahun ini proses pengadaan tiga kapal penumpang baru dapat dimulai,” ujar Budi.

Dirinya memaparkan, proses manufaktur armada kapal memerlukan durasi yang terhitung lama, yakni berkisar tiga tahun semenjak fase awal sampai armada siap untuk diluncurkan.

“Pengadaan kapal baru memang membutuhkan waktu yang cukup lama, hampir tiga tahun," ujarnya. "Karena itu prosesnya sudah kami mulai sekarang. Kami berharap kapal pertama dapat selesai pada 2029 dan seluruh program pengadaan ini tuntas pada 2030,” lanjut dia.

Di luar proyeksi tiga armada yang bakal didatangkan lewat mekanisme mandat dari pemerintah, pihak PELNI juga tengah mengkaji peluang ekspansi armada secara mandiri demi membuka rute pelayaran di kawasan-kawasan yang selama ini belum terakomodasi secara maksimal.

“Kami juga sedang melakukan review untuk menambah kapal secara mandiri di sejumlah area yang membutuhkan peningkatan layanan. Tujuannya agar tidak ada lagi penumpang yang belum terlayani oleh kapal-kapal PELNI. Ini menjadi perhatian penting bagi kami,” tutur Bumi.

Pada sisi lain, PELNI pun berkonsentrasi penuh dalam agenda jangka panjang periode 2026-2027 dengan bersandar pada dua sasaran utama, yaitu operational excellence serta service excellence demi memajukan sektor pelayanan publik.

Bukan cuma menambah armada baru, PELNI pun memperkokoh kapasitas sumber daya manusia (SDM) sebagai langkah optimalisasi aspek keselamatan bagi para kru, perwira, serta anak buah kapal (ABK), salah satunya lewat pembentukan Master and Chief Engineer Development Program yang diformulasikan guna mencetak nakhoda serta kepala kamar mesin yang andal dalam menunjang operasional armada ke depan.

PELNI turut menggulirkan beragam program peremajaan infrastruktur serta pembaruan sistem operasi guna mendongkrak pengalaman konsumen, dimulai dari fase sebelum keberangkatan (pre-boarding), selama perjalanan (on board), hingga pascatiba di lokasi tujuan (post-board).

“Infrastruktur menjadi sangat penting karena pengalaman penumpang harus terjaga dengan baik, baik pada tahap pre-boarding, on board maupun post-board. Itu menjadi fokus kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.

Pihak PELNI pun membidik agenda pembenahan total pada seluruh 32 armada penumpang yang dikelola perusahaan hingga periode 2029. 

Pembenahan tersebut meliputi peningkatan fasilitas pelayanan, modernisasi sektor dapur kapal, penataan area komersial tenant, hingga penguatan sektor keamanan.

Budi mengemukakan, perusahaan telah menyuntikkan tambahan 16 unit kamera pengawas sehingga saat ini secara rata-rata tiap armada telah ditunjang kisaran 80 kamera pemantau yang bisa dimonitor secara langsung lewat kantor pusat.

“CCTV menjadi alat kontrol yang sangat penting bagi kami. Saat ini rata-rata satu kapal memiliki sekitar 80 CCTV yang dapat kami monitor dari kantor pusat untuk mendukung keamanan dan pelayanan penumpang,” ujarnya.

Pada sektor digitalisasi, PELNI senantiasa memperkuat bermacam sistem yang berbasiskan teknologi, mencakup Passenger Management System, manajemen konsumen, sistem logistik kargo, serta Customer Relationship Management (CRM).

Terkini