Update Harga Pangan Rabu 25 Maret 2026 Turun Cabai Rawit Naik

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:08:34 WIB
Update Harga Pangan Rabu 25 Maret 2026 Turun Cabai Rawit Naik

JAKARTA - Pergerakan harga bahan pangan kembali menunjukkan dinamika yang beragam di pasar tradisional. 

Di satu sisi, beberapa komoditas utama seperti beras dan telur mengalami penurunan harga, namun di sisi lain, sejumlah bahan pangan penting justru mengalami kenaikan. Kondisi ini mencerminkan adanya fluktuasi pasokan dan permintaan yang terus berubah dari waktu ke waktu.

Bagi masyarakat, perubahan harga ini tentu menjadi perhatian karena berdampak langsung pada pengeluaran harian. Terlebih menjelang dan sesudah momen Lebaran, kebutuhan bahan pangan cenderung meningkat sehingga memicu pergerakan harga di berbagai komoditas.

Mayoritas harga rata-rata komoditas pangan seperti aneka beras dan telur ayam ras di pasar tradisional tercatat mengalami penurunan pada Rabu, 25 Maret 2026). Di sisi lain, harga cabai rawit merah dan daging ayam ras segar terpantau merangkak naik.

Penurunan Harga Beras di Semua Kualitas

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pukul 08.30 WIB menunjukkan seluruh kualitas beras mengalami penurunan, yakni harga rata-rata beras kualitas bawah I turun 2,42% menjadi Rp14.100 per kilogram dan kualitas bawah II turun 2,07% menjadi Rp14.200 per kilogram.

Sama halnya dengan harga rata-rata beras kualitas medium I turun 2,19% menjadi Rp15.650 per kilogram, medium II turun 4,42% menjadi Rp15.150 per kilogram, super I turun 2,91% menjadi Rp16.700 per kilogram, serta super II turun 3,28% menjadi Rp16.200 per kilogram.

Penurunan harga beras ini menjadi kabar baik bagi masyarakat karena beras merupakan kebutuhan pokok utama. Stabilitas harga beras sangat penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih berfluktuasi.

Pergerakan Harga Cabai yang Beragam

Selain beras, komoditas cabai juga menunjukkan pergerakan harga yang cukup menarik. Tidak semua jenis cabai mengalami kenaikan, bahkan beberapa di antaranya justru mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Penurunan juga terjadi pada cabai merah besar sebesar 5,53% menjadi Rp53.000 per kilogram secara rerata nasional. Kemudian, cabai merah keriting turun 1,88% menjadi Rp 54.900 per kilogram dan cabai rawit hijau turun 18,56% menjadi Rp48.050 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah naik 11,94% menjadi Rp104.050 per kilogram.

Kenaikan harga cabai rawit merah menjadi perhatian tersendiri karena komoditas ini sering digunakan dalam berbagai masakan sehari-hari. Fluktuasi harga cabai biasanya dipengaruhi oleh faktor cuaca, distribusi, serta ketersediaan pasokan di pasar.

Harga Bawang dan Komoditas Lainnya

Untuk komoditas bawang, terjadi pergerakan harga yang berbeda antara bawang merah dan bawang putih. Keduanya menunjukkan tren yang tidak sejalan.

Kemudian, harga rata-rata bawang merah ukuran sedang terpantau naik sebesar 0,79% menjadi Rp44.900 per kilogram, sementara bawang putih ukuran sedang turun 1,49% menjadi Rp39.550 per kilogram.

Perbedaan tren ini menunjukkan bahwa masing-masing komoditas memiliki faktor penggerak harga yang berbeda, baik dari sisi produksi, distribusi, maupun permintaan pasar.

Harga Protein Hewani

Untuk komoditas pangan yang bersumber dari protein, yakni daging ayam ras segar naik 1,05% menjadi Rp43.450 per kilogram, sedangkan telur ayam ras turun 3,86% menjadi Rp32.350 per kilogram.

Kenaikan harga daging ayam ras segar kemungkinan dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat, terutama menjelang arus balik Lebaran. Sementara itu, penurunan harga telur ayam ras memberikan sedikit keringanan bagi konsumen.

Di sisi lain, harga daging sapi juga mengalami penurunan.

Sementara itu, daging sapi dengan kualitas I turun 1,87% menjadi Rp147.300 per kilogram dan kualitas II juga turun 2,3% menjadi Rp137.750 per kilogram.

Penurunan harga daging sapi ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhan protein hewani dengan harga yang lebih terjangkau.

Perkembangan Harga Gula dan Minyak Goreng

Lebih lanjut, harga gula pasir kualitas premium turun tipis 0,25% menjadi Rp19.950 per kilogram dan gula pasir lokal turun 0,53% menjadi Rp18.650 per kilogram.

Beranjak pada komoditas minyak goreng, harga rata-rata minyak goreng curah merangkak naik 1,27% menjadi Rp19.900 per kilogram, minyak goreng kemasan bermerek I turun tipis 0,22% menjadi Rp22.850 per kilogram, dan kemasan bermerek II juga turun 1,14% menjadi Rp21.700 per kilogram.

Pergerakan harga minyak goreng yang bervariasi ini menunjukkan adanya perbedaan dinamika antara produk curah dan kemasan. Faktor distribusi dan kebijakan harga juga turut memengaruhi kondisi tersebut.

Dinamika Harga Pangan dan Dampaknya

Perubahan harga pangan yang terjadi secara bersamaan ini mencerminkan dinamika pasar yang kompleks. Setiap komoditas memiliki karakteristik tersendiri yang memengaruhi harga, mulai dari produksi, distribusi, hingga permintaan konsumen.

Bagi masyarakat, kondisi ini menuntut kemampuan untuk menyesuaikan pola konsumsi agar tetap efisien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, bagi pemerintah, pemantauan harga secara berkala menjadi penting untuk menjaga stabilitas pasar.

Dengan adanya data dari PIHPS, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi harga pangan secara nasional.

Prospek Harga Pangan ke Depan

Ke depan, harga pangan diperkirakan masih akan mengalami fluktuasi, terutama dipengaruhi oleh faktor musiman, kondisi cuaca, serta distribusi logistik. Momen pasca Lebaran juga biasanya menjadi periode penyesuaian harga di berbagai komoditas.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas harga pangan. Upaya ini penting agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Dengan pemantauan yang berkelanjutan dan kebijakan yang tepat, diharapkan stabilitas harga pangan dapat terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat secara luas.

Terkini