PGE Tingkatkan Kapasitas Energi Panas Bumi Nasional Melalui Proyek Lumut Balai

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:16:26 WIB
PGE Tingkatkan Kapasitas Energi Panas Bumi Nasional Melalui Proyek Lumut Balai

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) tengah menyiapkan infrastruktur untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 di Sumatera Selatan. 

Proyek dengan kapasitas 55 megawatt (MW) ini direncanakan memasuki tahap pengeboran pada kuartal II 2026.

Saat ini, kegiatan proyek fokus pada persiapan infrastruktur di Cluster 19 dan Cluster E. PGE telah menandatangani kontrak pekerjaan pembangunan well pad atau tapak sumur serta akses jalan yang mendukung mobilitas alat berat selama proses pengeboran. 

Mobilisasi kru konstruksi dan peralatan telah dilakukan sejak Februari 2026 untuk memastikan kesiapan operasional proyek sebelum dimulainya pengeboran.

Tahap persiapan infrastruktur menjadi fondasi penting agar seluruh proses pengeboran dapat berjalan lancar, aman, dan efisien.

Tahap Pembangunan Infrastruktur Sebelum Pengeboran

Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan langkah krusial sebelum pengeboran dimulai. 

“Setiap tahapan dirancang secara terstruktur dan terukur untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal. Dengan demikian, ketika tahap pengeboran dimulai, seluruh aspek, baik teknis, operasional, maupun keselamatan kerja telah siap secara menyeluruh,” ujar Andi.

Kegiatan ini meliputi pembangunan tapak sumur, akses jalan, dan fasilitas pendukung lainnya yang akan mempermudah mobilisasi peralatan berat. Pendekatan sistematis ini membantu mengurangi risiko teknis dan memastikan program pengeboran dapat berjalan sesuai jadwal.

Peran Strategis PLTP Lumut Balai Unit 3

Pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan bagian dari strategi PGE dalam meningkatkan kapasitas pembangkit panas bumi nasional. 

Proyek ini juga sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 dan masuk dalam proyek prioritas yang tercantum dalam Blue Book 2025–2029 Kementerian PPN/Bappenas.

Proyek Lumut Balai Unit 3 tidak hanya menambah kapasitas energi bersih nasional, tetapi juga mendukung target energi terbarukan dan keberlanjutan pasokan listrik.

Dengan memanfaatkan panas bumi, PGE berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus meningkatkan stabilitas pasokan listrik di Sumatera Selatan.

Kapasitas dan Proyek Panas Bumi Lainnya

Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi. Selain Lumut Balai Unit 3, perusahaan juga tengah mengembangkan sejumlah proyek panas bumi lainnya, antara lain:

PLTP Hululais Unit 1 dan 2 dengan total kapasitas 110 MW

Proyek co-generation bersama PLN Indonesia Power dengan total kapasitas sekitar 230 MW

PGE secara konsisten memperluas portofolio proyek panas bumi untuk mendukung target kapasitas terpasang nasional. Hal ini juga sejalan dengan visi Subholding Power & New Renewable Energy PT Pertamina (Persero) dalam pengembangan energi terbarukan.

PGE dan Komitmen Energi Terbarukan

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Saat ini perusahaan mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang sekitar 1.932 MW.

Dengan pengalaman luas dalam mengelola proyek panas bumi, PGE menekankan pendekatan teknis yang matang dan manajemen risiko yang ketat. 

Setiap tahap, mulai dari persiapan infrastruktur, pengeboran, hingga operasional pembangkit, dijalankan dengan standar keselamatan tinggi dan prosedur yang terukur.

Inisiatif ini menunjukkan komitmen PGE tidak hanya pada peningkatan kapasitas energi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan pencapaian target energi nasional.

Pembangkit baru ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan listrik bersih di Sumatera Selatan dan memperkuat posisi Indonesia dalam energi panas bumi global.

Terkini