Polri Terapkan Contraflow One Way Gage Jelang Mudik Lebaran 2026

Selasa, 03 Maret 2026 | 10:29:51 WIB
Polri Terapkan Contraflow One Way Gage Jelang Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang Lebaran 2026, Polri bersama instansi terkait menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas yang komprehensif untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan. 

Peningkatan jumlah pemudik setiap tahunnya, khususnya di jalur tol Trans Jawa, menuntut perencanaan matang agar perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan terkendali. 

Strategi ini menjadi bagian dari Operasi Ketupat 2026 yang bertujuan mengurangi kemacetan, meminimalkan risiko kecelakaan, serta menjaga kelancaran mobilitas warga selama arus mudik dan balik.

Strategi Contraflow, One Way, dan Ganjil Genap

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa sejumlah rekayasa lalu lintas telah disiapkan, termasuk contraflow, one way, dan ganjil genap. 

"Kita masih akan memberlakukan sistem one way pada saat arus mudik, mulai dari kilometer 70 Tol Japek," ungkapnya. 

Penerapan sistem ini dirancang agar kendaraan yang bergerak ke arah tujuan utama tidak terhambat dan kapasitas jalan dapat dimaksimalkan saat terjadi kepadatan tinggi.

Sistem contraflow bertujuan menambah lajur bagi kendaraan dari arah padat untuk mencegah antrean panjang. One way membantu arus kendaraan hanya satu arah sementara, sehingga jalur lawan arah tidak mengganggu arus utama. 

Sementara itu, ganjil genap diterapkan untuk membatasi jumlah kendaraan berdasarkan nomor pelat, sehingga kepadatan dapat dikendalikan lebih efektif.

Titik Penerapan dan Buffer Zone

Penerapan rekayasa lalu lintas dilakukan di beberapa titik strategis. Contraflow untuk arus mudik akan diterapkan di Tol Japek mulai Km 47 hingga Km 70, sedangkan ganjil genap berlaku mulai Km 47 hingga Km 414 ruas Semarang-Batang. One way akan dimulai dari Km 70 Tol Japek, menyesuaikan kondisi kepadatan di lapangan.

Selain itu, buffer zone disiapkan sebagai lokasi penampungan kendaraan sebelum memasuki jalur utama tol atau pelabuhan. 

Lokasi ini juga berfungsi sebagai titik koordinasi antara petugas kepolisian, operator tol, dan stakeholder lain. Buffer zone diharapkan mencegah antrean kendaraan masuk ke pelabuhan utama, sehingga operasional angkutan tidak terganggu.

Rakor Lintas Sektoral

Untuk memastikan strategi berjalan efektif, Polri menggelar rapat koordinasi lintas sektoral di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri dengan tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.” 

Rapat dihadiri Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Waasops Panglima TNI Marsma TNI M. Taufiq Arasj, Kepala BNPB, Kepala BMKG, serta jajaran Dirut BUMN terkait seperti Pertamina, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.

Dalam rakor ini, Kapolri menekankan pentingnya koordinasi antara pusat dan daerah. Instruksi pusat akan disalurkan melalui Kapolres dan Forkopimda di setiap wilayah agar seluruh operasi tersinkronisasi. Hal ini penting mengingat arus mudik melibatkan ratusan ribu kendaraan yang melintasi banyak jalur tol dan jalan arteri.

Fokus Pengamanan Arus dan Tempat Ibadah

Operasi Ketupat 2026 tidak hanya fokus pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga pada keamanan masjid dan objek wisata. Kapolri menyebut lebih dari 121.803 masjid akan diawasi selama pelaksanaan salat Id, sementara sekitar 4.000 objek wisata diprediksi ramai dikunjungi. 

Dengan pengaturan yang tepat, masyarakat dapat menikmati mudik dan libur Lebaran dengan aman, tanpa khawatir gangguan lalu lintas atau kerumunan di tempat wisata.

Penyesuaian Dinamika Lapangan

Meskipun sistem contraflow, one way, dan ganjil genap telah ditetapkan, penerapannya tetap disesuaikan dengan kondisi kepadatan aktual. Petugas di lapangan memiliki diskresi untuk menyesuaikan rekayasa lalu lintas berdasarkan indikator kepadatan. 

Hal ini memungkinkan arus kendaraan tetap lancar meskipun terjadi lonjakan mendadak, seperti yang diprediksi pada puncak arus mudik gelombang pertama antara 14-15 Maret 2026.

Penerapan penyesuaian ini juga memperhatikan kendaraan barang agar logistik tetap berjalan, tidak mengganggu arus mudik. Sejumlah titik strategis disiapkan untuk kendaraan barang dan sepeda motor agar tidak menumpuk di akses utama tol atau pelabuhan.

Struktur Operasi Ketupat 2026

Operasi Ketupat 2026 berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Struktur operasi menempatkan Kapolri sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (Bijakops), didampingi Wakapolri sebagai wakil. 

Secara teknis, Kakorlantas Polri memimpin jalannya operasi sebagai Kaopspus. Seluruh pejabat Operasi Ketupat hadir dalam rakor lintas sektoral, memastikan strategi yang dirancang tersampaikan hingga ke level daerah.

Para Kapolres dan jajaran Forkopimda tingkat daerah mengikuti jalannya rakor secara virtual. Hal ini penting agar semua petugas memahami strategi yang diterapkan di lapangan dan mampu merespons dinamika arus lalu lintas dengan cepat.

Optimisme Kesuksesan Operasi

Kapolri optimistis bahwa penerapan contraflow, one way, ganjil genap, dan koordinasi lintas sektoral akan membuat arus mudik dan balik Lebaran 2026 aman, lancar, dan terkendali. 

Strategi ini tidak hanya untuk keselamatan pemudik, tetapi juga untuk meminimalkan risiko kecelakaan serta kemacetan panjang di jalur tol Trans Jawa. Kerja sama masyarakat dalam mematuhi rekayasa lalu lintas menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

Dengan persiapan matang, pengawasan ketat, dan koordinasi lintas lembaga, arus mudik Lebaran 2026 diprediksi dapat berjalan tertib. Semua strategi ini menunjukkan keseriusan Polri dalam menghadirkan pelayanan publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama momen mudik Lebaran yang padat kendaraan.

Terkini