JAKARTA - Berbeda dari euforia atau kekhawatiran yang kerap menyertai awal pekan, perdagangan saham Senin, 2 Maret 2026 justru dibuka dengan ekspektasi yang terukur.
Pelaku pasar kini menimbang kombinasi sentimen teknikal dan fundamental sebelum menentukan langkah. Di tengah dinamika global dan rilis data ekonomi penting, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan.
IHSG berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin, 2 Maret 2026. IHSG hari ini berpotensi ke posisi 8.440-8.650. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
Secara teknikal, IHSG menguat ke 8.235 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun mampu berada di atas moving average (MA) 20 harian. Posisi ini dinilai menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda dan minat beli kembali menguat, setidaknya dalam jangka pendek.
Proyeksi IHSG dan Level Krusial
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave © dari wave [x] sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke 8.440-8.650.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.025,7.861 dan level resistance 8.306,8.437. Level-level ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi masuk maupun keluar dari pasar.
Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah dengan level support dan level resistance 8.150-8.330. Perbedaan proyeksi ini mencerminkan adanya kehati-hatian pasar dalam merespons sentimen domestik maupun global.
Adapun untuk sentimen sepekan, Herditya menuturkan, IHSG akan dipengaruhi sejumlah hal antara lain rilis data neraca dagang Indonesia, rilis data manufaktur China dan nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat. “Ketiga, pergerakan harga komoditas dunia,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Rekomendasi Saham Pilihan Analis
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
PT Indika Energy Tbk (INDY) - Buy on Weakness
Saham INDY menguat 4,26% ke 3.670 dan disertai dengan munculnya volume beli. “Pada label hitam, kami memperkirakan pergerakan INDY sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 5,” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 3.470-3.620
Target Price: 3.910, 4.200
Stoploss: below 3.320
PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) - Buy on Weakness
Saham TAPG menguat 8,33% ke 1.625 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA60. “Kami memperkirakan, posisi TAPG saat ini berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C dari wave (B),” ujar dia.
Buy on Weakness: 1.550-1.605
Target Price: 1.670, 1.745
Stoploss: below 1.535
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) - Buy on Weakness
Saham TLKM terkoreksi 3,01% ke 3.540 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, penutupannya pun berada di bawah MA60. “Kami memperkirakan, posisi TLKM saat ini berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c],” ujar dia.
Buy on Weakness: 3.410-3.510
Target Price: 3.660, 3.810
Stoploss: below 3.390
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Buy on Weakness
Saham UNVR menguat 3,03% ke 2.380 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi UNVR saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 dari wave (5),” kata dia.
Buy on Weakness: 2.370-2.340
Target Price: 2.490, 2.590
Stoploss: below 2.300
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Kilas Balik Pergerakan Terakhir IHSG
Sebelumnya, laju IHSG naik tipis pada perdagangan saham Jumat, 27 Februari 2026. Mengutip data RTI, IHSG hari ini stabil di posisi 8.235,48, naik 0,22 poin. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,42% menjadi 834,36. Pada perdagangan saham Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.246,95 dan level terendah 8.093,74.
Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 38,2 triliun dengan mayoritas sektor saham menghijau. Sebanyak 315 saham melemah sehingga bebani IHSG, 341 saham menguat dan 163 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.526.942 kali dengan volume perdagangan saham 47,6 miliar saham. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.779.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menuturkan, pergerakan IHSG seiring penantian sejumlah data indikator ekonomi penting pada pekan depan.
Sebelumnya, IHSG bergerak melemah hampir sepanjang perdagangan akibat sentimen negatif ketidakpastian tarif Amerika Serikat (AS), peringatan mengenai meningkatnya tekanan fiskal di Indonesia dari S&P Global Ratings, serta rebalancing MSCI pada akhir bulan.
“Pada pekan depan, dari dalam negeri, dijadwalkan rilis sejumlah data indikator ekonomi penting, di antaranya S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan Januari 2026, serta inflasi Februari 2026, yang ketiga data itu akan dirilis pada Senin,2 Maret 2026,” ujar dia dikutip dari Antara.
Selain itu, pelaku pasar menantikan data cadangan devisa periode Februari 2026 pada Jumat, 6 Maret 2026. Dari AS, pelaku pasar menantikan beberapa data ekonomi, diantaranya indeks ISM Manufacturing, ISM non-manufacturing, ADP Employment change, Nonfarm Payrolls (NFP), unemployment rate dan Retail Sales.
Dari tingkat global, pelaku pasar menantikan rilis data ekonomi, diantaranya inflasi periode Februari 2026 di Euro Area, indeks manufaktur dan jasa dari China, consumer confidence dari Jepang, serta retail sales dari Euro Area.
Dengan kombinasi sentimen teknikal dan fundamental tersebut, arah IHSG pada awal pekan ini akan sangat ditentukan oleh respons pasar terhadap data-data ekonomi yang dirilis. Pelaku pasar disarankan tetap disiplin pada manajemen risiko dan mencermati level support serta resistance yang telah diproyeksikan analis.