Waspada Kebijakan Tarif Global, Berikut Rekomendasi Saham Potensial Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 12:37:23 WIB
Waspada Kebijakan Tarif Global, Berikut Rekomendasi Saham Potensial Akhir Pekan

JAKARTA - Pelaku pasar saham masih menunjukkan sikap hati-hati menjelang perdagangan akhir pekan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kebijakan tarif global dan perkembangan geopolitik yang memengaruhi sentimen investasi. Kondisi ini membuat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung terkoreksi setelah sebelumnya mengalami penguatan.

Pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, IHSG tercatat turun 1,04% atau melemah 86,97 poin hingga berada di posisi 8.235,26. Koreksi tersebut dipicu aksi ambil untung jangka pendek setelah reli sebelumnya serta pengaruh sentimen global yang masih beragam.

Selain faktor teknikal, investor juga mencermati perkembangan kebijakan tarif Amerika Serikat setelah adanya keputusan Mahkamah Agung AS yang memicu kekhawatiran terhadap perdagangan global. Situasi geopolitik di Timur Tengah juga turut meningkatkan kehati-hatian pelaku pasar dan mendorong penguatan aset safe haven seperti emas.

Tekanan Global Membayangi IHSG

Pelemahan IHSG tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian global yang membuat investor cenderung mengurangi risiko. Tekanan terlihat terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap kondisi ekonomi global seperti sektor siklikal, energi, dan infrastruktur.

“IHSG terkoreksi sekitar 1% yang terutama dibebani sektor siklikal, energi, dan infrastruktur. Investor cenderung melakukan profit taking seiring meningkatnya ketidakpastian global,” ujar Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana kepada Kontan, Kamis, 26 Februari 2026.

Kondisi ini membuat pasar saham domestik bergerak lebih terbatas karena pelaku pasar menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi global. Kekhawatiran terhadap perlambatan perdagangan dunia akibat potensi kebijakan tarif juga menjadi faktor utama yang menahan minat beli investor.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik turut mendorong investor beralih ke instrumen yang lebih aman sehingga menekan pasar saham.

Proyeksi Pergerakan IHSG

Meski IHSG mengalami koreksi, analis melihat peluang penguatan masih terbuka meskipun terbatas. Pergerakan indeks diperkirakan berada dalam rentang yang relatif sempit selama belum ada sentimen positif baru yang kuat.

Herditya memperkirakan IHSG berpeluang mengalami penguatan terbatas dengan area support di 8.170 dan resistance di 8.299.

Secara teknikal, indikator menunjukkan bahwa momentum penguatan mulai melemah meskipun penurunan indeks masih tertahan oleh area rata-rata pergerakan tertentu. Hal ini menandakan pasar masih berada dalam fase konsolidasi jangka pendek.

Analis juga menilai pergerakan IHSG masih akan sangat bergantung pada perkembangan kebijakan tarif Amerika Serikat serta dinamika geopolitik global dalam waktu dekat.

Rekomendasi Saham Pilihan

Dalam kondisi pasar yang cenderung hati-hati, analis tetap memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026.

Alrich dari Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan yakni TOBA, ASII, INDF, SIDO, dan TLKM sebagai top picks perdagangan Jumat, 27 Februari 2026.

Saham-saham tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan teknikal serta peluang pergerakan harga dalam jangka pendek. Investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham dan memperhatikan manajemen risiko mengingat volatilitas pasar masih cukup tinggi.

Investor Disarankan Tetap Selektif

Kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian global membuat investor perlu menerapkan strategi yang lebih disiplin. Aksi ambil untung jangka pendek diperkirakan masih akan terjadi selama sentimen eksternal belum mereda.

Kewaspadaan terhadap kebijakan tarif internasional menjadi faktor penting karena berpotensi memengaruhi arus perdagangan dan pertumbuhan ekonomi global. Dampak lanjutan dari kebijakan tersebut dapat memengaruhi kinerja emiten di berbagai sektor.

Di tengah situasi tersebut, investor disarankan mencermati perkembangan global sekaligus memanfaatkan peluang dari saham-saham yang memiliki fundamental dan prospek teknikal yang baik.

Dengan sentimen global yang masih fluktuatif, pergerakan pasar saham domestik diperkirakan akan tetap dinamis hingga muncul katalis baru yang mampu memberikan arah lebih jelas bagi IHSG dalam jangka pendek.

Terkini