Tips Hilangkan Kantuk Berkendara Motor Selama Bulan Puasa Supaya Aman Jalan Raya

Jumat, 27 Februari 2026 | 12:34:38 WIB
Tips Hilangkan Kantuk Berkendara Motor Selama Bulan Puasa Supaya Aman Jalan Raya

JAKARTA - Aktivitas berkendara motor saat menjalankan ibadah puasa Ramadan sering membawa tantangan tersendiri bagi para pengendara, terutama rasa kantuk yang bisa muncul tiba-tiba dan membahayakan keselamatan di jalan. Artikel ini memberikan panduan langkah praktik yang dapat membantu agar tetap fokus dan terhindar dari kantuk saat berkendara motor selama bulan puasa.

Penyebab Kantuk Selama Berkendara di Bulan Puasa

Bulan Ramadan membuat jam tidur banyak orang berubah karena bangun lebih pagi untuk sahur. Pergeseran pola tidur ini bisa menyebabkan kurangnya waktu istirahat dan menurunkan kemampuan konsentrasi saat berkendara. Selain itu, dehidrasi dari puasa yang berlangsung hingga belasan jam juga bisa mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga rasa kantuk lebih mudah muncul, terutama di siang hari yang panas.

Bagi sebagian pengendara, terutama ibu-ibu yang berkendara motor di pagi hari setelah sahur, tantangan kantuk bisa semakin berat karena tubuh masih dalam fase transisi dari tidur ke aktivitas tinggi. Kondisi ini penting diwaspadai karena berkendara dalam keadaan kantuk dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Lakukan Persiapan Fisik Sebelum Berkendara

Salah satu cara untuk mengurangi rasa kantuk adalah melalui pemanasan tubuh sebelum berangkat. Gerakan ringan seperti memutar kepala, merenggangkan tangan, dan memutar pinggang selama lima hingga sepuluh menit dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, melenturkan otot, serta meningkatkan refleks tubuh sehingga pengendara lebih siap secara fisik dan mental sebelum menunggang motor.

Peregangan semacam ini tidak hanya membantu tubuh menjadi lebih aktif, tetapi juga dapat meminimalisir risiko kram atau cedera selama perjalanan. Latihan fisik ringan efisien terutama jika dilakukan secara rutin sebelum setiap perjalanan, sehingga tubuh dapat mempertahankan kewaspadaan lebih lama saat berkendara.

Selain pemanasan, memastikan tubuh cukup istirahat adalah kunci lain mengatasi kantuk. Namun karena sahur mengubah jam tidur, pengendara disarankan memperhatikan kualitas tidur agar tetap bugar saat berkendara. Tidur yang cukup membantu menjaga daya tahan tubuh dan mengurangi rasa lelah yang bisa memicu kantuk saat berkendara motor saat berpuasa.

Strategi saat Berkendara Agar Tetap Waspada

Selama perjalanan, pengendara harus memperhatikan tanda-tanda awal kantuk seperti pengelihatan yang mulai kabur, sering menguap, atau pikiran yang melayang dari fokus berkendara. Bila gejala tersebut muncul, cara terbaik adalah berhenti sejenak di tempat aman untuk menghilangkan kantuk.

Mengistirahatkan tubuh sekitar 10–15 menit di lokasi seperti masjid, parkiran minimarket, atau rest area sangat dianjurkan. Selama istirahat ini, pengendara dapat melakukan gerakan ringan lagi atau sekadar duduk rileks untuk mengembalikan fokus sebelum melanjutkan perjalanan.

Beberapa sumber juga menyarankan pengendara mengecek peta perjalanan digital sebelum berangkat agar rute yang ditempuh sudah efisien dan dapat mengurangi durasi perjalanan, sehingga mengurangi potensi kelelahan yang berujung pada kantuk.

Asupan Energi dan Restorasi Selama Puasa

Meski sedang berpuasa, pengendara tetap perlu menjaga asupan nutrisi dan cairan saat berbuka dan saat sahur. Sumber energi dari makanan bergizi di waktu sahur dapat membantu tubuh bertahan lebih lama tanpa rasa kantuk saat melakukan aktivitas tinggi seperti berkendara.

Hindari makanan berat yang justru membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mencernanya saat sahur. Sebaliknya, pilih makanan yang seimbang mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan serat agar energi lebih stabil sepanjang hari. Selain itu, minum cukup air selama waktu yang diizinkan dapat membantu mengurangi dehidrasi yang sering mempercepat timbulnya kantuk.

Jika rasa kantuk sudah tak tertahankan saat berkendara, pengendara disarankan jangan memaksakan diri. Keselamatan di jalan raya lebih penting daripada mengejar waktu tiba di tujuan. Berhenti dan menikmati power nap singkat akan membantu tubuh pulih dan mengurangi risiko kecelakaan akibat kantuk.

Tip Tambahan untuk Perjalanan Jauh Selama Ramadan

Selain istirahat dan pemanasan, pengendara motor sebaiknya mengatur jadwal perjalanan agar terhindar dari jam-jam rawan kantuk seperti siang hari setelah Dzuhur atau setelah sahur pagi dini hari. Waktu-waktu ini sering menjadi momen ketika tubuh paling rentan merasa lelah saat berpuasa.

Menjaga sirkulasi udara di sekitar tubuh juga memainkan peran penting. Udara yang segar membantu tubuh tetap waspada, terutama jika berkendara di siang hari yang panas. Membuka sedikit udara luar atau memilih jalur dengan banyak area terbuka bisa membantu meningkatkan kewaspadaan.

Terakhir, pastikan kondisi kendaraan juga prima sebelum berangkat. Perjalanan yang aman bukan hanya soal fisik pengendara yang prima, tetapi juga motor yang terawat dengan baik. Pemeriksaan rem, ban, lampu, dan sistem keselamatan lain dapat mencegah masalah teknis yang bisa memperpanjang perjalanan dan membuat pengendara lebih mudah mengalami kelelahan.

Terkini