Menko Pangan Tegaskan Indonesia Tidak Akan Melakukan Impor Beras Dari AS

Rabu, 25 Februari 2026 | 13:31:33 WIB
Menko Pangan Tegaskan Indonesia Tidak Akan Melakukan Impor Beras Dari AS

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa Indonesia tidak akan melakukan impor beras dari Amerika Serikat. 

Dengan tegas, ia menyatakan bahwa angka impor beras dari AS adalah nol ton.

“Impor ton nol. Enggak ada (impor dari AS), enggak ada ya,” ujarnya. Pernyataan ini sekaligus membantah pemberitaan yang menyebut pemerintah menyetujui impor 1.000 ton beras dan 580.000 ekor ayam dari Amerika Serikat dalam perjanjian tarif resiprokal.

Zulkifli menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap fokus pada ketahanan pangan nasional. Produksi beras dalam negeri diutamakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan rakyat, dan negara tidak tergantung pada impor, terutama dari negara-negara seperti Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa keputusan ini penting untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus melindungi petani lokal.

Indonesia Siap Ekspor Beras Ke Arab Saudi

Selain menegaskan tidak adanya impor beras, Menko Pangan juga mengumumkan bahwa Indonesia akan melakukan ekspor beras ke Arab Saudi. Ekspor perdana akan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2026 dengan volume 2.280 ton.

“Jadi tanggal 28 kita akan ekspor beras ke Arab Saudi 2.280 ton,” tegas Zulkifli Hasan. Dengan adanya ekspor ini, pemerintah menunjukkan bahwa stok beras di dalam negeri aman. Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi domestik tetapi juga mampu menyediakan surplus beras untuk negara lain.

Ekspor beras ini diharapkan dapat membuka peluang perdagangan internasional yang lebih luas. Selain meningkatkan pendapatan negara, langkah ini juga menjadi strategi untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen pangan global. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjaga kedaulatan pangan sekaligus bersaing dalam pasar ekspor.

Menjawab Isu Impor Yang Beredar

Pernyataan Zulkifli Hasan muncul menyusul pemberitaan yang menimbulkan kekhawatiran publik terkait impor beras. Media sebelumnya menyebut pemerintah akan mengimpor 1.000 ton beras dan 580.000 ekor ayam dari AS dalam perjanjian tarif resiprokal.

Menko Pangan menegaskan, informasi tersebut tidak benar. Indonesia tidak akan mengimpor beras dari Amerika Serikat sedikit pun. Kebijakan ini konsisten dengan upaya pemerintah memprioritaskan produksi lokal.

Pernyataan tegas ini bertujuan untuk memberi kepastian kepada masyarakat, petani, dan pelaku industri pangan bahwa stok beras aman. Dengan langkah ini, pemerintah juga mengirim sinyal bahwa strategi ketahanan pangan tetap menjadi prioritas utama.

Zulkifli Hasan menambahkan, seluruh kebijakan terkait beras akan selalu mengutamakan ketersediaan pangan di dalam negeri. Pemerintah memonitor produksi, distribusi, dan penyimpanan beras secara menyeluruh agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Kesiapan Stok Beras Nasional

Pernyataan Menko Pangan ini sekaligus menjadi bukti bahwa stok beras nasional aman. Pemerintah memastikan ketersediaan beras cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan domestik. Selain itu, pemerintah melakukan koordinasi dengan Bulog dan produsen lokal agar distribusi berjalan lancar.

Kesiapan stok beras sangat penting untuk menjaga stabilitas harga. Pemerintah memantau produksi, cadangan, dan distribusi beras di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau kenaikan harga yang tajam.

Ketahanan pangan menjadi fokus utama, khususnya menjelang musim panen berikutnya. Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif jika ada kenaikan permintaan mendadak. Cadangan beras nasional dijaga agar selalu cukup untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, sekaligus mendukung program ekspor.

Komitmen Pemerintah Memperkuat Ketahanan Pangan

Zulkifli Hasan menekankan, kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan. Indonesia fokus pada produksi lokal dan ekspor beras, tanpa bergantung pada impor dari negara lain.

Dengan ekspor perdana ke Arab Saudi pada 28 Februari 2026, pemerintah menunjukkan bahwa surplus beras nasional bisa dimanfaatkan untuk perdagangan internasional. Langkah ini juga menjadi bukti kemampuan Indonesia menjaga pasokan beras sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Menko Pangan menegaskan, pemerintah akan terus memantau kondisi stok, harga, dan distribusi beras. Setiap kebijakan yang diambil selalu mempertimbangkan kesejahteraan petani, stabilitas harga, dan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Enggak ada impor beras satu butir pun,” tutup Zulkifli Hasan. Pernyataan ini memberikan kepastian bahwa Indonesia tidak akan bergantung pada impor beras, sekaligus siap menjadi negara pengekspor. Dengan strategi ini, ketahanan pangan nasional tetap terjaga dan produksi lokal mendapat perlindungan optimal.

Terkini