RALUB AAJI 2026 Tetapkan Kepengurusan Baru Perkuat Tata Kelola Industri Asuransi

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:36:21 WIB
RALUB AAJI 2026 Tetapkan Kepengurusan Baru Perkuat Tata Kelola Industri Asuransi

JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALUB) Tahun 2026 sebagai langkah menjaga kesinambungan kepemimpinan organisasi sekaligus memperkuat tata kelola industri asuransi jiwa di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) AAJI serta dihadiri oleh 59 perusahaan anggota sehingga memenuhi kuorum.

Melalui forum tersebut, AAJI menetapkan kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memperkuat stabilitas organisasi serta meningkatkan peran industri asuransi jiwa sebagai mitra strategis bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Penetapan kepengurusan baru dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara tertutup setelah para kandidat menyampaikan visi dan pandangan strategis mengenai arah organisasi serta penguatan industri asuransi jiwa ke depan.

Penetapan Ketua Dewan Pengurus Baru

Melalui RALUB AAJI 2026, Albertus Wiroyo Karsono ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengurus AAJI untuk periode kepengurusan hingga tahun 2028.

Dalam sambutannya, Albertus menegaskan bahwa kepemimpinan AAJI ke depan akan berfokus pada penguatan tata kelola, konsolidasi organisasi, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap industri asuransi jiwa.

Ia juga menyampaikan komitmen untuk mempercepat pembentukan susunan Dewan Pengurus agar organisasi dapat segera bekerja secara efektif dan solid.

Dalam sesi tanya jawab dengan peserta RALUB, saat diminta menyampaikan satu kata yang merepresentasikan arah program kerjanya, Albertus menegaskan bahwa kepemimpinan AAJI ke depan harus “Reliable”, yang artinya dapat diandalkan oleh seluruh perusahaan anggota, regulator, dan masyarakat.

Nilai tersebut menjadi landasan dalam memastikan kebijakan dijalankan secara konsisten serta memperkuat kepercayaan terhadap industri asuransi jiwa.

Fokus Program Kepengurusan AAJI

Albertus menyampaikan beberapa fokus utama yang akan menjadi perhatian kepengurusan AAJI ke depan.

Pertama, penguatan sales conduct untuk memastikan praktik pemasaran asuransi jiwa berjalan secara etis dan bertanggung jawab.

Kedua, pelaksanaan roadmap industri yang telah ditetapkan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan asosiasi akan diarahkan untuk memperluas inklusi asuransi melalui kerja sama dengan seluruh perusahaan anggota agar perlindungan asuransi dapat menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas dan beragam.

Ketiga, penguatan transparansi dalam tata kelola organisasi dan komunikasi industri kepada publik.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas industri asuransi jiwa sekaligus memperkuat hubungan antara pelaku industri dengan regulator dan masyarakat luas.

Perubahan Susunan Dewan Pengawas

RALUB AAJI 2026 juga menetapkan Windawati Tjahjadi sebagai Anggota Dewan Pengawas AAJI untuk sisa masa jabatan hingga tahun 2028, menggantikan Randy Lianggara.

Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Pengawas AAJI periode 2025–2028 saat ini terdiri dari Firdaus Djaelani, Ricardo Simanjuntak, dan Windawati Tjahjadi.

Penetapan ini menjadi bagian dari upaya organisasi dalam memastikan keberlanjutan tata kelola yang kuat dan profesional.

Komitmen Menjaga Kepercayaan Industri

Melalui RALUB ini, AAJI menegaskan komitmennya untuk memastikan organisasi berjalan dengan prinsip tata kelola yang baik, akuntabel, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat “Menjaga Kepercayaan, Mengukir Makna”.

Tagline tersebut mencerminkan tekad industri asuransi jiwa untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui praktik usaha yang bertanggung jawab, transparan, serta berorientasi pada perlindungan pemegang polis.

Kepemimpinan baru diharapkan mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus memperkuat peran strategis industri asuransi jiwa sebagai mitra jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian nasional, dengan menghadirkan nilai yang nyata dan berkelanjutan.

Ke depan, AAJI akan terus melanjutkan berbagai agenda strategis bersama para pemangku kepentingan, termasuk penguatan tata kelola industri, peningkatan kualitas layanan, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan literasi dan inklusi asuransi jiwa di Indonesia.

Terkini