Menteri PPPA Tekankan Perlunya Ruang Digital yang Aman bagi Anak

Kamis, 12 Februari 2026 | 15:45:55 WIB
Menteri PPPA Tekankan Perlunya Ruang Digital yang Aman bagi Anak

JAKARTA - Di tengah pesatnya perkembangan era digital, Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan pentingnya menjadikan ruang digital sebagai tempat yang aman bagi anak-anak. 

Ia menekankan bahwa anak harus dapat belajar, bermain, dan berinteraksi tanpa ancaman kekerasan daring, perundungan, eksploitasi seksual, maupun paparan konten yang tidak sesuai usia. 

Menurutnya, penting bagi negara untuk bertanggung jawab dalam memenuhi hak anak-anak agar dapat memperoleh akses ke informasi yang berguna serta manfaat positif dari dunia digital.

"Negara bertanggung jawab untuk memenuhi hak anak dalam memperoleh akses informasi dan manfaat positif dari ruang digital. Pemenuhan kedua aspek ini harus seimbang agar anak-anak mendapatkan kesempatan yang adil di ranah daring," ujar Arifah Fauzi. 

Pernyataan tersebut menggambarkan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak dari berbagai potensi risiko yang muncul seiring dengan semakin meluasnya penggunaan teknologi digital.

Keamanan Digital sebagai Hak Anak

Menurut Menteri Arifah, perkembangan teknologi dan ruang digital memerlukan perubahan cara pandang yang lebih modern dan adaptif, terutama dalam melindungi anak-anak. 

Perlindungan tidak lagi hanya terbatas pada pembatasan akses, namun harus melibatkan desain dan ekosistem digital yang dirancang dengan prinsip-prinsip perlindungan anak sejak awal. 

Ini termasuk kepentingan terbaik anak dan penghormatan terhadap hak-hak mereka. Dalam hal ini, prinsip perlindungan anak harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap kebijakan dan regulasi yang terkait dengan dunia digital.

"Perlindungan anak tidak hanya soal membatasi akses anak terhadap konten tertentu, tetapi bagaimana sistem digital dapat diatur sejak awal untuk memastikan bahwa anak-anak terlindungi dari potensi bahaya yang ada," tambah Arifah Fauzi. 

Ia menggarisbawahi bahwa upaya perlindungan ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik negara, penyelenggara sistem dan platform digital, serta orang tua dan pendidik yang berperan sebagai pendamping yang aktif.

Peran Negara dalam Regulasi dan Pengawasan

Sebagai langkah nyata, pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPPA telah menetapkan "Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring," yang menjadi pedoman penting dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak. 

Peta jalan ini mencakup kebijakan dan regulasi yang lebih tegas, serta memastikan adanya pengawasan dan penegakan hukum yang efektif dalam perlindungan anak dari segala bentuk ancaman yang ada di dunia maya.

"Negara memiliki peran besar dalam menetapkan kebijakan yang dapat mengatur ruang digital, serta memastikan bahwa regulasi tersebut dipatuhi oleh semua pihak. Pengawasan yang efektif harus dijalankan, agar anak-anak bisa beraktivitas dengan aman di dunia maya," ujar Menteri PPPA.

Selain itu, pihak penyelenggara sistem dan platform digital juga memiliki kewajiban untuk merancang sistem yang aman dan ramah anak. Ini termasuk pengaturan privasi yang ketat, moderasi konten yang efektif, serta mekanisme pelaporan yang mudah diakses dan responsif. 

Dengan cara ini, anak-anak dapat melaporkan masalah yang mereka hadapi, seperti konten negatif atau perundungan daring, tanpa merasa terintimidasi atau takut.

Literasi Digital untuk Anak dan Keluarga

Menteri PPPA juga menekankan pentingnya peran orang tua dan pendidik dalam memberikan pendampingan yang adaptif bagi anak-anak dalam menghadapi ruang digital. Selain mengajarkan keterampilan teknis, anak-anak juga harus dilatih dengan literasi digital yang baik. 

Literasi ini bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi juga mengenai kemampuan untuk berpikir kritis dan mengenali potensi risiko serta bahaya di dunia maya.

Anak-anak perlu diberi pengetahuan tentang bagaimana mengidentifikasi informasi yang tidak benar atau tidak pantas, serta cara menjaga diri dari ancaman yang bisa muncul di dunia digital.

"Orang tua dan pendidik harus aktif mendampingi anak-anak dan membekali mereka dengan keterampilan berpikir kritis, serta memberikan mereka keberanian untuk melapor jika merasa tidak aman atau terganggu oleh konten yang tidak sesuai," ungkap Arifah Fauzi. 

Pendampingan yang dilakukan secara aktif oleh orang tua, pendidik, dan masyarakat akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman di dunia maya, yang memungkinkan anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dengan percaya diri.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perlindungan Anak

Arifah Fauzi juga menyatakan bahwa dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, penyelenggara platform digital, masyarakat, dan keluarga. 

Semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan bahwa anak-anak terlindungi dari risiko yang ada di dunia maya, baik itu eksploitasi seksual, perundungan daring, ataupun paparan konten yang merugikan.

"Kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara platform digital, orang tua, dan masyarakat sangat penting. Dengan bekerja bersama, kita dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih ramah anak, yang tidak hanya melindungi mereka dari bahaya, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk belajar, berkreasi, dan berinovasi," tambah Menteri PPPA.

Melalui ekosistem yang aman dan mendukung, anak-anak dapat tumbuh dengan potensi yang maksimal, serta mengakses manfaat positif dari dunia digital. Ini akan membuka peluang bagi lahirnya generasi Indonesia yang cerdas, kreatif, dan mampu bersaing di era digital global.

Menciptakan Masa Depan Digital yang Aman dan Sehat

Menurut Menteri PPPA, dengan memperkuat perlindungan terhadap anak-anak di dunia digital, Indonesia dapat menciptakan generasi masa depan yang tangguh dan berdaya saing. 

Pemerintah berharap, dengan langkah-langkah perlindungan yang lebih komprehensif dan kolaboratif, anak-anak Indonesia akan dapat menikmati dunia digital secara aman dan sehat, serta mengoptimalkan potensi mereka tanpa khawatir akan paparan bahaya yang ada di dunia maya.

"Melalui ekosistem daring yang ramah anak, kita tidak hanya menjaga mereka dari bahaya, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya generasi Indonesia yang unggul, kreatif, dan berdaya saing di era digital. Mari kita ciptakan ruang digital yang aman demi anak Indonesia yang cerdas dan tangguh," ujar Arifah Fauzi mengakhiri pernyataannya.

Terkini