JAKARTA - Persiapan operasional kawasan inti pemerintahan di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dikebut seiring rencana aktivasi bertahap pada 2026.
Salah satu fokus utama adalah memastikan akses jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) siap digunakan untuk mendukung mobilitas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mulai beraktivitas rutin di wilayah tersebut.
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan jalan akses utama Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, menyambut aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah ibu kota baru Indonesia itu.
"Infrastruktur jalan utama penghubung bagian penting ekosistem pemerintahan baru yang terintegrasi dan berkelanjutan," ujar Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN Troy Pantouw.
Jalan Internal Permudah Mobilitas ASN di KIPP
Dengan mulai difungsikannya jalan akses utama tersebut, pergerakan pegawai di kawasan IKN menjadi lebih efisien. ASN yang berkegiatan di kawasan inti kini dapat memanfaatkan jalur internal KIPP tanpa harus melalui jalan nasional Sepaku Raya.
Menurut Troy Pantouw, penggunaan jalur internal ini menjadi solusi penting untuk menunjang efektivitas mobilitas harian pegawai. Otorita Ibu Kota Nusantara memastikan kesiapan infrastruktur dasar terus dipacu, seiring penyediaan pelayanan dasar bagi ASN dan keluarga yang akan bermukim di IKN.
Sebanyak 16 kementerian/lembaga negara dijadwalkan melakukan aktivitas rutin di KIPP IKN yang berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Aktivasi IKN sebagai pusat kerja pemerintahan ditargetkan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026.
Dengan bertambahnya jumlah instansi yang mulai beroperasi, kesiapan akses transportasi internal menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran aktivitas pemerintahan.
Precinct Core dan Sumbu Tripraja Mulai Difungsikan
Jalan akses utama di KIPP IKN yang mulai difungsikan meliputi jalan kawasan Precinct Core dan Sumbu Tripraja. Kedua ruas tersebut menjadi akses vital yang mempermudah mobilitas ASN dari rumah susun (rusun) hunian menuju perkantoran pemerintahan.
Kendati baru difungsikan pada satu jalur, jelas dia, jalan Precinct Core dan Sumbu Tripraja telah dapat dilalui kendaraan mempermudah pergerakan masyarakat, terutama pegawai di KIPP IKN.
Keberadaan jalur tersebut dirancang untuk menciptakan konektivitas yang terintegrasi antar-fasilitas utama di kawasan inti. Akses yang lebih langsung diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada jalur eksternal serta meningkatkan efisiensi waktu tempuh.
Progres Pembangunan Capai 69,08 Persen
Pekerjaan fisik jalan sepanjang 4,72 kilometer yang menghubungkan Rusun ASN-3, kawasan perkantoran Otorita IKN, Hotel Swissotel hingga fasilitas kesehatan Rumah Sakit (RS) Hermina Nusantara saat ini telah menunjukkan perkembangan signifikan.
Jalur tersebut berada di koridor yang sama dengan kawasan Istana Wakil Presiden. Hingga kini, progres pembangunan fisik telah mencapai 69,08 persen.
Capaian tersebut mencerminkan percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi fondasi operasional kawasan pemerintahan baru. Jalan ini bukan hanya berfungsi sebagai penghubung hunian dan kantor, tetapi juga mengintegrasikan fasilitas penunjang seperti hotel dan layanan kesehatan dalam satu koridor utama.
Dengan demikian, ekosistem kawasan inti diharapkan mampu berjalan lebih efektif dan mandiri ketika aktivitas pemerintahan mulai berlangsung secara penuh.
Terhubung ke Sumbu Timur dan Kawasan Strategis Lain
Selain menghubungkan berbagai fasilitas utama di KIPP, jalan akses utama tersebut juga tersambung ke Jalan Sumbu Timur KIPP IKN. Konektivitas ini memperluas jaringan transportasi internal yang mengintegrasikan sejumlah kawasan strategis.
Jalan akses utama yang menghubungkan ke Jalan Sumbu Timur KIPP IKN itu juga terhubung dengan kawasan pertahanan dan keamanan (Hankam), kawasan hutan produksi konversi (HPK), serta hunian Rusun ASN BIN-Polri, memperkuat jaringan transportasi internal di KIPP, kata Troy Pantouw.
Keterhubungan tersebut menjadi bagian dari perencanaan kawasan yang mengedepankan integrasi antar-zona penting, mulai dari pemerintahan, hunian ASN, fasilitas kesehatan, hingga kawasan strategis pertahanan dan keamanan.
Dengan difungsikannya sebagian jalur utama ini, Otorita IKN menunjukkan komitmen untuk memastikan kesiapan infrastruktur mendukung operasional bertahap pusat pemerintahan baru Indonesia.
Seiring target aktivasi sepanjang 2026, pembangunan dan penyempurnaan akses jalan menjadi elemen krusial dalam membentuk sistem pemerintahan yang terintegrasi dan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara.