Sinergi Danantara dan Himbara Dorong Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Capai 141 Ribu Unit

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:55:08 WIB
Sinergi Danantara dan Himbara Dorong Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Capai 141 Ribu Unit

JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menegaskan bahwa rencana pembangunan rumah susun (rusun) bersubsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Jawa Barat, kini semakin mendapat dukungan strategis dari berbagai pihak termasuk Badan Pengelolaan Investasi Danantara dan perbankan BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Ara mengatakan sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengatasi backlog hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Tanah Air.

Koordinasi Intensif untuk Proyek Rusun Berskala Besar

Ara menjelaskan bahwa dua hari sebelum pernyataannya kepada media, ia telah melakukan pertemuan dengan Rosan, CEO Danantara, untuk membahas dukungan terhadap proyek rusun bersubsidi ini. “Saya dua hari lalu bertemu dengan Pak Rosan (CEO Danantara). Danantara akan mendukung penuh,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Dukungan Danantara dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembiayaan dan realisasi pembangunan.

Selain itu, Ara juga secara khusus meminta dukungan perbankan yang tergabung dalam Himbara untuk mengalokasikan anggaran pembiayaan rusun bersubsidi di Meikarta. Menurutnya, keterlibatan Himbara penting untuk memastikan proyek tersebut dapat terselenggara secara finansial dan tepat waktu. Ara menilai dukungan dari institusi-institusi besar ini menjadi sinyal bahwa momentum pembangunan rusun di Meikarta semakin serius.

Skala dan Target Pembangunan Rusun

Ara mengungkapkan detail rencana pembangunan rusun bersubsidi di kawasan bekas proyek apartemen Meikarta tersebut. Pemerintah menargetkan pembangunan sedikitnya 18 tower rusun, masing-masing setinggi 30 lantai. Dengan jumlah tower tersebut, total unit hunian yang diproyeksikan bisa mencapai sekitar 141 ribu unit. “Itu akan menjadi rumah susun subsidi terbesar di Indonesia,” tegas Ara.

Rencana pembangunan ini dipandang sebagai salah satu solusi terhadap tingginya kebutuhan hunian terjangkau bagi MBR, terutama di wilayah metropolitan seperti Jabodetabek. Selain dapat mengurangi backlog perumahan, proyek ini juga berpotensi menyerap tenaga kerja dan mendongkrak aktivitas ekonomi lokal.

Status Lahan dan Persiapan Pembangunan

Percepatan proyek rusun bersubsidi ini juga ditandai dengan telah dimulainya proses land clearing sejak awal tahun 2026. Proses ini menunjukkan kesiapan lahan untuk pembangunan dan menandakan tahap implementasi fisik semakin dekat.

Sebelumnya, kawasan Meikarta sempat menimbulkan beragam persoalan ketika dikembangkan oleh pengembang sebelumnya, Lippo Group, termasuk sengketa dengan konsumen. Oleh karena itu, pemerintah menegaskan bahwa implementasi rusun bersubsidi di lokasi ini akan berlandaskan tata kelola yang transparan, dan menghindari kesalahan-kesalahan yang terjadi pada fase sebelumnya.

Tanggapan dari Berbagai Pihak Terkait

Sejumlah pihak melihat proyek rusun subsidi di Meikarta sebagai babak baru yang menjanjikan bagi kawasan tersebut setelah periode stagnasi. Menurut laporan lain, pemerintah melalui Kementerian PKP telah memastikan bahwa pembangunan rusun subsidi di Meikarta tidak menghadapi kendala hukum setelah memperoleh kepastian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga proyek dapat segera berjalan.

Begitu pula Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan telah memberikan arahan untuk percepatan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan ini, dengan harapan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan hunian terjangkau.

Dampak Potensial terhadap Pemenuhan Kebutuhan Hunian

Proyek rusun bersubsidi Meikarta dipandang penting karena tingginya kebutuhan hunian di wilayah metropolitan, di mana banyak pekerja migran dan keluarga berpenghasilan rendah yang sulit mendapatkan rumah dengan harga terjangkau. Dengan total sekitar 141 ribu unit, proyek ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam skala besar untuk permasalahan tersebut.

Selain itu, pembangunan rusun bersubsidi berskala besar seperti ini juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, dari sektor konstruksi hingga penyediaan fasilitas publik dan layanan lainnya. Banyak pengamat properti yang memandang proyek ini sebagai katalisator pertumbuhan kawasan Meikarta sebagai bagian dari ekosistem perkotaan yang lebih mandiri dan terintegrasi.

Dengan berbagai dukungan dan persiapan yang tengah berjalan, pemerintah berharap proyek rusun subsidi di Meikarta dapat segera terealisasi sesuai target, serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi penyediaan hunian terjangkau dan pembangunan kawasan urban di Indonesia.

Terkini