Persebaya Ditahan Imbang Dewa United Meski Unggul Jumlah Pemain

Senin, 02 Februari 2026 | 12:42:14 WIB
Persebaya Ditahan Imbang Dewa United Meski Unggul Jumlah Pemain

JAKARTA - Pertandingan antara Dewa United dan Persebaya pada Minggu malam di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, berjalan dengan intensitas tinggi dan berakhir imbang 1-1. 

Laga ini bukan hanya menampilkan aksi seru di lapangan, tetapi juga dinamika taktik dan emosional yang memengaruhi hasil akhir. 

Dewa United yang harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-37 berhasil bertahan dengan gigih, sementara Persebaya gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain untuk mengamankan kemenangan.

Awal Pertandingan dan Gol Pembuka Persebaya

Dewa United memulai pertandingan dengan agresif dan langsung memberikan tekanan ke lini pertahanan Persebaya. Namun, upaya mereka kerap digagalkan oleh pressing ketat dari barisan depan Persebaya. 

Kesempatan pertama tercipta pada menit ke-14 ketika Jefferson mendapatkan peluang emas, tetapi sontekannya melambung melebar di sisi kanan gawang Sonny Stevens.

Baru pada menit ke-23, Persebaya memecahkan kebuntuan lewat aksi Francisco Rivera. Berkat umpan terobosan dari Malik Risaldi, Rivera berhasil menaklukkan kiper Dewa United dan membawa tuan rumah unggul. Gol ini memberi semangat bagi Persebaya untuk terus menekan dan mengontrol jalannya pertandingan.

Gol Balasan dan Kejadian Kartu Merah

Hanya tujuh menit berselang, Dewa United menyamakan kedudukan lewat sepakan keras dari luar kotak penalti yang dilepaskan oleh Kafiatur. Bola meluncur deras tanpa bisa dijangkau kiper Ernando Ari Sutaryadi, membuat skor menjadi imbang 1-1.

Pertandingan berlangsung semakin ketat dan kedua tim saling berbalas serangan. Namun, momentum Dewa United sedikit terganggu pada menit ke-37 ketika Nick Kuipers menerima kartu merah langsung usai menjatuhkan Malik Risaldi tepat di depan kotak penalti. Keputusan ini memaksa Dewa United harus bermain dengan sepuluh pemain untuk sisa waktu babak pertama.

Meski kalah jumlah pemain, Dewa United tidak menyerah. Mereka terus berjuang mempertahankan posisi dan sesekali melancarkan serangan balik cepat yang membahayakan pertahanan Persebaya.

Babak Kedua, Persebaya Kejar Kemenangan Tanpa Hasil

Memasuki babak kedua, Persebaya mengambil inisiatif lebih ofensif. Tim asuhan Bernardo Tavares meningkatkan intensitas tekanan dan berusaha mencari celah untuk menggandakan skor. Namun, soliditas pertahanan Dewa United yang dikomandoi Jan Olde Riekerink mampu meredam berbagai serangan tersebut.

Pemain Dewa United bermain cerdas dengan memaksimalkan umpan pendek dan menjaga bola agar tak mudah direbut. Hal ini membuat Persebaya sulit mengembangkan permainan. 

Meski demikian, peluang emas sempat didapat Persebaya lewat sundulan Mihailo Perovic pada menit ke-89, tetapi gol tersebut dianulir setelah tinjauan VAR menunjukkan adanya pelanggaran sebelum gol tercipta.

Situasi ini membuat Persebaya gagal memetik tiga poin penuh dan harus puas berbagi angka dengan Dewa United yang tetap bertahan dengan sepuluh pemain.

Dampak Hasil dan Posisi Klasemen

Dengan hasil imbang ini, Persebaya naik ke peringkat lima klasemen dengan 32 poin, memperkokoh posisi mereka di papan atas klasemen Super League. Sementara itu, Dewa United berhasil naik ke posisi ke-10 dengan 24 poin, menambah poin penting meskipun harus bermain dengan satu pemain lebih sedikit selama sebagian besar laga.

Kedua tim kini mempersiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya. Persebaya akan melawat ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada Sabtu malam pekan depan, sementara Dewa United dijadwalkan bertandang ke kandang Persik Kediri di Stadion Brawijaya.

Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi keduanya untuk mempertahankan posisi dan memperbaiki performa di sisa kompetisi.

Susunan Pemain dan Analisis Taktik

Persebaya menurunkan formasi dengan kombinasi pemain berpengalaman dan muda, termasuk Francisco Rivera dan Malik Risaldi sebagai andalan serangan. Di lini tengah dan belakang, pengaturan ketat bertujuan mengimbangi serangan agresif Dewa United.

Sementara Dewa United tampil dengan Sonny Stevens sebagai penjaga gawang andalan, dan pemain kunci seperti Kafiatur dan Nick Kuipers. Meski harus kehilangan Kuipers karena kartu merah, tim tetap mempertahankan formasi solid dan mengandalkan pertahanan disiplin serta serangan balik cepat.

Taktik pressing tinggi dari Persebaya di awal laga memberi tekanan, tetapi efektivitas lini depan Dewa United dalam mematahkan serangan dan mencetak gol balasan menjadi kunci penting. Pengaturan tempo permainan oleh pelatih Jan Olde Riekerink terbukti mampu mengatasi situasi sulit selama pertandingan.

Terkini