JAKARTA - Tottenham Hotspur memulai laga pekan ke-24 Premier League dengan kondisi yang jauh dari ideal. Bermain di Tottenham Hotspur Stadium, mereka justru tertekan sejak menit-menit awal saat menghadapi Manchester City, Minggu (1/2/2026) malam WIB. Manchester City membuka keunggulan lebih dulu di menit ke-11 melalui Rayan Cherki, sebelum Antoine Semenyo menggandakan keunggulan jelang turun minum.
City mendominasi paruh pertama secara statistik termasuk penguasaan bola dan peluang. Spurs terlihat kehilangan ritme, sementara tim tamu tampil dengan intensitas tinggi dan ancaman berulang kali ke lini pertahanan tuan rumah. Hingga turun minum, skor tetap 2-0 untuk Manchester City.
Momen ini seolah menegaskan bahwa pasukan Pep Guardiola hampir menguasai jalannya pertandingan. Namun apa yang terjadi setelahnya di babak kedua justru menjadi titik balik yang menarik dan berbeda total.
Momentum Berubah: Kebangkitan di Babak Kedua
Usai jeda, Tottenham keluar dengan semangat baru yang sangat berbeda dari babak pertama. Tekanan yang dikeluarkan Spurs membuahkan peluang emas dan akhirnya gol pertama untuk memperkecil ketertinggalan. Dominic Solanke, yang sebelumnya belum mencetak gol di babak pertama, berhasil memanfaatkan ruang di dalam kotak penalti dan merangsek ke depan pertahanan Manchester City untuk mencetak gol pada menit ke-53.
Gol itu memberikan suntikan moral bagi tim tuan rumah. Laga yang semula berjalan satu arah kini berubah penuh dengan intensitas dan tensi tinggi. Spurs mulai mendominasi, menyerang, dan memberi tekanan balik ke jantung pertahanan City. Skor kini menjadi 2-1, Tottenham mulai kembali ke dalam permainan.
Puncaknya datang tak lama setelah gol tersebut, ketika Spurs benar-benar menunjukkan karakter menyerang mereka. City yang semula tampak akan menutup laga dengan nyaman harus menghadapi reaksi hebat dari lawan sendiri.
Momen Spektakuler: Gol Akrobatik Solanke yang Ikonik
Detik-detik paling dramatis datang saat Conor Gallagher melakukan umpan silang tajam dari sisi kanan ke arah Solanke. Momen ini menghasilkan aksi yang tak akan mudah dilupakan: gol bergaya ‘kalajengking’ yang spektakuler. Solanke memanfaatkan bola yang datang dengan gaya tendangan akrobatik, melompat dan melakukan back-flick heel yang membuat bola melambung melewati kiper City, Gianluigi Donnarumma, sebelum akhirnya masuk ke dalam gawang.
Gol ini bukan hanya indah secara teknis, tapi juga sangat menentukan. Gol ini menyamakan kedudukan menjadi 2-2, sekaligus menggagalkan kemenangan Manchester City yang semula tampak sudah di genggaman. Momen tersebut memicu lonjakan emosi luar biasa di stadion; dari kekecewaan menjadi euforia para pendukung Spurs.
Aksi Solanke bukan hanya sekadar gol biasa. Kualitas teknis dan timing yang sempurna menunjukkan bahwa ini adalah momen magis bagi Tottenham pada salah satu laga paling penuh drama musim ini.
Implikasi Skor: City Terhambat, Spurs Bangkit Moral
Hasil imbang 2-2 pada akhirnya menjadi skor akhir pertandingan tersebut. Bagi Manchester City, hasil ini menjadi hal yang pantas dikecewakan, khususnya setelah memimpin dua gol sebelum jeda. Gagal mengunci kemenangan membuat City tetap berada di posisi kedua klasemen dengan 47 poin, namun kini mereka tertinggal enam angka dari Arsenal di puncak klasemen.
Sementara itu, bagi Tottenham hasil tersebut terasa seperti kemenangan moral. Mereka memperlihatkan kekuatan mental dan kapasitas bangkit dari kondisi sulit, meski performa di babak pertama sangat mengecewakan. Skor imbang juga membawa Spurs masih berada di posisi ke-14 klasemen dengan 29 poin, namun lebih penting lagi, ini menjadi bukti determinasi tim dalam permainan kompetitif.
Refleksi dari Pergantian Gaya dan Mentalitas Tim
Salah satu yang paling mencolok dari laga ini adalah perubahan dramatis antara babak pertama dan kedua. Tottenham yang awalnya tertinggal dan terlihat kesulitan akhirnya menunjukkan bahwa mereka mampu bangkit dengan pendekatan yang lebih agresif serta kepercayaan diri yang tinggi. Dominic Solanke, yang sebelumnya agak tersembunyi di babak pertama, akhirnya menjadi pahlawan yang menentukan arah pertandingan.
Hasil ini juga bisa menjadi refleksi bagi Manchester City bahwa dominasi awal 45 menit saja tidak cukup dalam persaingan sengit Liga Inggris. Mereka perlu menjaga konsistensi hingga peluit akhir, karena momentum bisa berubah sewaktu-waktu.
Pertandingan Tottenham vs Manchester City ini memberi pelajaran bahwa sepak bola bukan hanya soal statistik atau dominasi awal. Momentum, intensitas mental, serta momen-momen individual seperti gol akrobatik Solanke mampu mengubah hasil akhir dan memberi cerita dramatis yang tak terduga.