Panduan Menikmati 12 Jajanan Kuliner Malam Terbaik di Jogja

Jumat, 30 Januari 2026 | 12:41:28 WIB
Panduan Menikmati 12 Jajanan Kuliner Malam Terbaik di Jogja

JAKARTA - Yogyakarta tak hanya dikenal sebagai kota pelajar dan budaya, tapi juga sebagai surga kuliner, terutama saat malam hari. 

Ketika matahari tenggelam, suasana kota ini berubah menjadi lebih hidup dengan sederet jajanan yang menggoda lidah. Kuliner malam di Jogja selalu menawarkan pilihan yang beragam, dari yang legendaris hingga yang baru, dan semuanya memiliki daya tariknya sendiri.

Banyak penduduk lokal maupun wisatawan menjadikan berburu kuliner malam sebagai aktivitas rutin yang menyenangkan. 

Tidak heran jika di banyak tempat di Jogja, terutama kawasan populer seperti Malioboro dan Gejayan, deretan warung dan pedagang kaki lima ramai hingga dini hari bahkan sampai pagi. Berikut ini 12 jajanan kuliner malam yang wajib kamu coba saat berkunjung ke Yogyakarta.

1. Warung Sate Samirono: Ikon Kuliner Malam yang Buka 24 Jam

Sejak tahun 1977, Warung Sate Samirono menjadi salah satu tempat makan favorit di Jogja. Beragam pilihan sate seperti sate ayam, kambing, buntel, hingga sate bebek yang empuk dan kaya bumbu, menjadi andalan warung ini. Aroma bakaran satenya yang menggoda sudah cukup membuat siapa saja ingin mencicipi.

Selain sate, menu lain seperti nasi goreng, gulai, dan tongseng juga tersedia dan tidak kalah lezat. Keunikan Warung Sate Samirono adalah buka selama 24 jam, sehingga pengunjung dapat menikmati makanan kapan saja, bahkan tengah malam maupun pagi hari.

2. Nasi Teri Gejayan: Kuliner Legendaris Sejak 1970-an

Nasi Teri Gejayan bukan hanya sekadar warung makan biasa, melainkan kuliner legendaris yang sudah eksis sejak era 1970-an. Menu andalannya adalah nasi putih hangat yang dicampur dengan teri pedas gurih, menghasilkan perpaduan rasa asin dan pedas yang pas di lidah.

Berbeda dengan warung nasi kucing, porsi di sini lebih mengenyangkan dan harga terjangkau, mulai dari belasan ribu rupiah. Lauk tambahan seperti gudeg, ayam, telur, dan tempe membuat sajian ini semakin lengkap dan memuaskan.

3. Lesehan SBTB Terang Bulan Malioboro: Santai dan Penuh Cita Rasa

Terletak di kawasan Malioboro yang ikonik, Lesehan SBTB Terang Bulan adalah pilihan tepat untuk bersantai sambil menikmati sajian khas Jogja. Menu andalan seperti bebek goreng renyah dan gudeg autentik selalu menjadi favorit warga dan wisatawan.

Suasana lesehan yang santai dan harga yang terjangkau membuat tempat ini selalu ramai, terutama dari sore hingga sekitar pukul 02.00 dini hari.

4. Gudeg Mercon Bu Tinah: Sensasi Pedas “Mercon” yang Menggigit Lidah

Bagi pecinta rasa pedas, Gudeg Mercon Bu Tinah adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Berbeda dengan gudeg biasa yang manis, di sini kamu bisa menikmati gudeg dengan sambal krecek super pedas yang memberikan sensasi “meledak” di lidah.

Perpaduan kuah santan gurih dan sambal pedas menciptakan rasa unik yang membuat Gudeg Mercon Bu Tinah selalu ramai pembeli, khususnya mereka yang ingin menikmati gudeg dengan sensasi ekstrem.

5. Mie Nyemek Bus City: Mie Instan dengan Rasa Spesial

Mie Nyemek Bus City sudah menemani malam warga Jogja sejak tahun 2002. Terletak di kawasan Mergangsan, warung ini menyajikan mie instan yang dimasak dengan cara istimewa, bukan sekadar direbus biasa.

Mie dimasak bersama bawang putih, cabai rawit, kecap, dan sayuran segar seperti sawi, menghasilkan rasa gurih dan pedas yang pas. Menu ini sangat cocok untuk disantap saat malam mulai larut.

6. Soto Sampah: Soto Penuh Isian dengan Harga Terjangkau

Nama Soto Sampah memang unik, tetapi rasa dan isinya sangat menggugah selera. Soto ini sudah menjadi ikon kuliner malam Jogja sejak tahun 1970-an. Dinamai “sampah” karena tampilannya yang penuh isian dan berantakan.

Dalam satu porsi, kamu akan menemukan bihun, toge, kol, daging, dan gajih sapi dalam kuah rempah yang kaya rasa. Harganya sangat terjangkau, menjadikannya favorit banyak kalangan.

7. Gudeg Bromo Bu Tekluk: Gudeg Basah dengan Sambal Krecek Kulit Kerbau

Gudeg Bromo Bu Tekluk adalah gudeg basah legendaris yang sudah ada sejak tahun 1984. Ciri khasnya adalah disiram areh gurih dan sambal krecek pedas berbahan kulit kerbau yang kenyal dan kuat dibanding krecek sapi biasa.

Warung ini buka mulai pukul 23.00 malam sampai habis, dan antrean panjang adalah pemandangan yang biasa.

8. Oseng Mercon Bu Narti: Surganya Pecinta Pedas dengan Oseng Ledak

Bagi penggemar pedas sejati, Oseng Mercon Bu Narti adalah tempat yang wajib dikunjungi. Menu andalannya adalah oseng daging sapi, kikil, gajih, kulit, dan tulang muda dengan bumbu super pedas yang memberikan sensasi ledakan rasa.

Terletak di kawasan KH Ahmad Dahlan, Oseng Mercon buka dari sore hingga tengah malam dan selalu ramai pengunjung.

9. Angkringan Kopi Jos Lik Man: Legenda Kopi Malam yang Unik

Angkringan Lik Man berdiri sejak 1967 dan terkenal dengan kopi jos, yaitu kopi panas yang diberi arang membara langsung ke dalam gelas. Aroma dan rasa khas dari arang panas memberikan pengalaman minum kopi yang berbeda.

Lokasinya dekat Stasiun Tugu, dan angkringan ini buka dari sore hingga dini hari dengan pengunjung yang selalu ramai.

10. Bakmi Jawa Pak Pele: Bakmi Autentik dengan Telur Bebek dan Ayam Kampung

Bakmi Jawa Pak Pele adalah destinasi favorit untuk penggemar bakmi autentik. Keistimewaannya adalah penggunaan telur bebek dan ayam kampung, menghasilkan rasa gurih alami tanpa amis.

Menu lengkap mulai dari bakmi goreng, bakmi godok, hingga bakmi nyemek tersedia, dengan jam buka dari sore hingga sekitar pukul 23.00 malam.

11. Getuk, Klepon, dan Onde-onde Rahaya Wirobrajan: Manisan Malam yang Lembut dan Manis

Rahaya Wirobrajan menjadi surga bagi pencinta jajanan tradisional. Getuk, klepon, dan onde-onde di sini terkenal dengan tekstur lembut dan rasa manis yang pas, sering diburu sebagai camilan malam maupun oleh-oleh khas Jogja.

12. Gultik Bang Jago: Gulai Tikungan Hangat Penutup Malam

Gulai Tikungan atau gultik ala Bang Jago adalah pilihan tepat untuk makan malam ringan. Sepiring nasi dengan kuah gulai hangat dan potongan daging sapi terasa nikmat, apalagi saat udara malam mulai dingin.

Harga terjangkau dan porsi pas membuat Gultik Bang Jago selalu ramai hingga larut malam.

Kuliner Malam Jogja, Wujud Kehidupan Kota yang Tak Pernah Padam

Dari sate legendaris hingga camilan tradisional dan menu pedas menggoda, kuliner malam di Yogyakarta adalah wujud keragaman budaya dan kehangatan kota ini.

Kesibukan kuliner malam yang ramai hingga pagi hari menandakan bahwa Jogja adalah kota yang hidup sepanjang waktu, siap menyambut siapa saja yang lapar dan ingin menikmati makanan lezat kapan saja.

Terkini