Alfamart Targetkan Penambahan 800 Gerai Baru Sepanjang Tahun 2026

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:20:05 WIB
Alfamart Targetkan Penambahan 800 Gerai Baru Sepanjang Tahun 2026

JAKARTA - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) atau yang lebih dikenal dengan Alfamart, bersiap menggeser strategi ekspansi gerai di tahun 2026. 

Setelah bertahun-tahun berfokus pada pertumbuhan di Jabodetabek dan wilayah sekitar, tahun ini Alfamart akan lebih mengarahkan langkahnya ke wilayah Indonesia Timur dan Tengah, yang masih relatif kurang dijamah oleh jaringan gerai mereka.

Target perusahaan untuk menambah gerai baru tahun ini ditetapkan sekitar 800 unit, lebih rendah dibandingkan penambahan gerai pada 2025 yang mencapai 1.080 unit.

Penyesuaian ini merupakan bagian dari strategi Alfamart untuk menjaga kualitas dan keuntungan, sekaligus memperkuat penetrasi pasar di wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

Selain rencana pengembangan gerai Alfamart, perusahaan juga tengah berhati-hati dalam mengelola gerai Lawson yang baru saja diakuisisi. Pendekatan yang lebih selektif diterapkan agar pertumbuhan tidak mengorbankan profitabilitas.

Penyesuaian Strategi Ekspansi: Dari Jabodetabek ke Wilayah Baru

Direktur Sumber Alfaria Trijaya, Solihin, menyampaikan bahwa pada 2026, perusahaan tidak akan fokus pada ekspansi gerai di Jabodetabek seperti tahun-tahun sebelumnya. 

"Saya bisa pastikan di luar Jakarta. Di Jakarta ada, tapi kecil. Kebanyakan wilayah [Indonesia] timur dan [Indonesia] tengah ya,” ujar Solihin.

Perubahan fokus ini merupakan respons atas kondisi pasar dan kebutuhan untuk menggarap daerah-daerah dengan potensi pertumbuhan tinggi yang belum maksimal dijangkau. Kawasan Indonesia Timur dan Tengah menawarkan peluang besar bagi Alfamart untuk meningkatkan penetrasi pasar.

Langkah strategis ini juga dipandang sebagai upaya untuk memperluas jangkauan konsumen dan menyesuaikan diri dengan dinamika pasar ritel yang terus berubah.

Manajemen Gerai Lawson: Selektif dan Fokus Pada Profitabilitas

Selain mengembangkan gerai Alfamart, perusahaan juga tengah menata ulang strategi untuk gerai Lawson yang baru diakuisisi dari PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI). Menurut Solihin, pembukaan gerai Lawson akan dilakukan dengan lebih hati-hati.

“Kita sekarang ini mempertahankan [gerai] yang sudah ada nih. Dengan catatan sebisa mungkin yang ada ini, memberikan kontribusi keuntungan. Untuk buka toko pasti ada, tapi sangat selektif,” jelasnya.

Beberapa gerai Lawson yang tidak menguntungkan telah ditutup pada tahun lalu sebagai bagian dari upaya efisiensi. Saat ini, manajemen sedang mengkaji target ekspansi Lawson agar dapat menghasilkan keuntungan optimal dari setiap gerai baru.

Pendekatan ini menunjukkan bagaimana Alfamart berhati-hati dalam melakukan ekspansi, dengan tetap mengutamakan profitabilitas dan kualitas layanan.

Pertumbuhan Pendapatan Alfamart dan Tren Pasar 2026

Dari sisi kinerja keuangan, Alfamart cenderung mengambil pendekatan konservatif dalam menetapkan target pertumbuhan untuk tahun 2026. Solihin menjelaskan bahwa target pertumbuhan tahunan perusahaan tidak akan mencapai angka dua digit.

“Kami harapkan bisa meningkat ya. Tapi saya pikir sampai saat ini kami belum berani untuk menargetkan 2 digit, masih di bawah 2 digit,” ujarnya.

Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan adalah tren downtrading konsumen di Indonesia, di mana konsumen cenderung mengurangi pengeluaran dan beralih ke produk yang lebih terjangkau.

Alfamart berupaya menyesuaikan diri dengan kondisi ini melalui perluasan variasi produk yang ditawarkan, sehingga dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas tanpa harus menurunkan harga jual secara signifikan.

Data Keuangan Alfamart Kuartal III/2025: Kinerja dan Beban

Menurut laporan keuangan per kuartal III/2025, pendapatan bersih PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. mencapai Rp94,47 triliun, naik 7,09% year-on-year (yoy) dibandingkan Rp88,21 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan pendapatan terjadi di seluruh wilayah operasional:

Jabodetabek naik 3,11% yoy menjadi Rp25,46 triliun

Wilayah Jawa di luar Jabodetabek naik 3,96% yoy menjadi Rp34,83 triliun

Wilayah luar Jawa mengalami lonjakan signifikan, naik 14,84% yoy menjadi Rp36,68 triliun

Segmen makanan juga menunjukkan pertumbuhan yang solid, naik 7,15% yoy menjadi Rp66,82 triliun, sedangkan pendapatan dari segmen nonmakanan naik 6,96% yoy menjadi Rp27,64 triliun.

Namun, peningkatan pendapatan ini diiringi oleh pembengkakan biaya, terutama pada pos beban penjualan dan distribusi yang naik dari Rp15,04 triliun menjadi Rp16,55 triliun. Beban umum dan administrasi juga meningkat dari Rp1,57 triliun menjadi Rp1,7 triliun.

Akibatnya, laba usaha Alfamart sedikit menurun dari Rp3,1 triliun per kuartal III/2024 menjadi Rp2,95 triliun per kuartal III/2025.

Tantangan dan Peluang Alfamart di Tahun Kuda Api 2026

Memasuki tahun 2026, yang dikenal sebagai tahun Kuda Api, Alfamart menghadapi berbagai tantangan sekaligus peluang dalam mengembangkan bisnisnya. Penyesuaian strategi ekspansi ke wilayah baru dan pengelolaan gerai Lawson yang lebih selektif menjadi bukti kesiapan perusahaan menghadapi dinamika pasar.

Kondisi ekonomi dan perilaku konsumen yang berubah memaksa perusahaan untuk beradaptasi dengan cara yang lebih bijak, menjaga kualitas gerai, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Potensi pasar di wilayah Indonesia Timur dan Tengah membuka peluang baru yang menjanjikan untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang. Keberhasilan menavigasi tantangan ini akan sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan strategi yang diterapkan.

Terkini