Akulaku Finance Ungkap Tantangan yang Dihadapi Bisnis Paylater pada 2026

Senin, 26 Januari 2026 | 16:24:31 WIB
Akulaku Finance Ungkap Tantangan yang Dihadapi Bisnis Paylater pada 2026

JAKARTA - PT Akulaku Finance Indonesia telah mencatatkan perkembangan yang signifikan di industri pembiayaan, khususnya dalam layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater. 

Dengan semakin populernya layanan ini di kalangan konsumen Indonesia, Akulaku Finance memproyeksikan potensi pasar yang besar pada tahun 2026. 

Namun, di balik prospek yang cerah, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh perusahaan untuk mempertahankan kinerjanya dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan yang positif. 

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan adalah kondisi makroekonomi yang tidak menentu dan ketatnya persaingan di pasar paylater.

Pengaruh Situasi Ekonomi Makro pada Daya Beli Konsumen

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Akulaku Finance adalah situasi ekonomi makro yang penuh ketidakpastian. Seperti yang disampaikan oleh Direktur

Keuangan Akulaku Finance, Aan Setiawandi, kondisi ekonomi global dan domestik dapat mempengaruhi daya beli konsumen. Jika situasi ekonomi memburuk, daya beli masyarakat akan menurun, yang pada gilirannya dapat mengurangi permintaan terhadap produk paylater. 

Masyarakat mungkin menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian dan cenderung mengurangi pengeluaran konsumtif. Hal ini tentu saja dapat berdampak langsung pada kinerja pembiayaan yang disalurkan melalui platform BNPL.

Bahkan, meskipun industri paylater menawarkan kemudahan dan fleksibilitas bagi konsumen untuk membeli barang tanpa harus membayar langsung, konsumen yang terpengaruh oleh situasi ekonomi yang sulit mungkin memilih untuk menunda atau menghindari penggunaan produk ini. 

Oleh karena itu, bagi perusahaan seperti Akulaku Finance, penting untuk mengantisipasi perubahan-perubahan ini dengan menyesuaikan strategi pemasaran dan produk yang ditawarkan, agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen yang lebih hati-hati dalam pengeluaran.

Kompetisi Ketat di Pasar Paylater

Selain tantangan dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, Akulaku Finance juga harus menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam industri BNPL. Dengan banyaknya pemain baru yang muncul dan menawarkan produk serupa, pasar paylater menjadi semakin penuh dengan pilihan. 

Banyaknya perusahaan fintech yang berlomba-lomba menawarkan berbagai kemudahan dan iming-iming menarik untuk menarik minat konsumen semakin membuat kompetisi harga dan fitur semakin tajam.

Dalam menghadapi persaingan yang ketat ini, Akulaku Finance harus berusaha untuk menjaga keunggulan kompetitif. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan terus berinovasi, baik dalam hal teknologi maupun model akuisisi kredit. 

Penggunaan data pihak ketiga, misalnya, dapat membantu perusahaan untuk menganalisis profil kredit konsumen dengan lebih efektif, sehingga penawaran produk dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan konsumen secara lebih tepat. Hal ini tidak hanya membantu menurunkan risiko kredit tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional.

Untuk menjaga posisi di pasar, Akulaku Finance juga harus memastikan bahwa produk paylater yang ditawarkan tetap kompetitif, baik dari sisi kupon maupun ketersediaan layanan. 

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menawarkan program loyalitas atau diskon khusus bagi konsumen yang sering menggunakan layanan BNPL. Hal ini akan meningkatkan tingkat retensi pelanggan dan mendorong konsumen untuk lebih aktif menggunakan layanan tersebut.

Potensi Pertumbuhan Bisnis Paylater di 2026

Meski menghadapi berbagai tantangan, Akulaku Finance tetap optimis dengan potensi pertumbuhan sektor BNPL di 2026. Dengan berkembangnya penetrasi internet dan teknologi digital di Indonesia, semakin banyak konsumen yang memilih menggunakan produk paylater untuk memenuhi kebutuhan konsumsi mereka. 

Di Indonesia, paylater menjadi solusi yang sangat menarik, karena memberikan fleksibilitas dalam pembayaran dan kemudahan bertransaksi, tanpa harus mengeluarkan uang tunai secara langsung.

Akulaku Finance juga mencatat bahwa margin profit yang diperoleh dari produk paylater lebih atraktif dibandingkan dengan pembiayaan konvensional lainnya. Ini merupakan peluang besar bagi perusahaan untuk memperluas pangsa pasar dan memperoleh pendapatan tambahan. 

Selain itu, penggunaan teknologi dalam model bisnis BNPL memungkinkan perusahaan untuk mencapai efisiensi biaya yang lebih baik, meningkatkan margin keuntungan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi konsumen.

Sebagai bagian dari upaya untuk memperluas pasar dan mengatasi tantangan yang ada, Akulaku Finance juga terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Penggunaan teknologi machine learning dan big data untuk memprediksi perilaku konsumen dan mengoptimalkan penawaran produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen menjadi strategi penting. 

Selain itu, pemanfaatan teknologi blockchain dalam transaksi juga dapat meningkatkan transparansi dan keamanan data pelanggan, sehingga membangun kepercayaan yang lebih besar di kalangan pengguna layanan.

Peningkatan Kinerja Akulaku Finance pada 2025 dan Proyeksi 2026

Pada 2025, Akulaku Finance mencatatkan kenaikan laba yang cukup signifikan meskipun menghadapi tantangan makroekonomi yang cukup berat. 

Meskipun tidak merinci angka pasti, perusahaan menyebutkan bahwa laba yang diperoleh pada tahun tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan 2024, yang tercatat sebesar Rp 63,73 miliar. 

Kinerja positif ini didorong oleh pertumbuhan pembiayaan yang cukup signifikan, yang tercatat naik dua digit, serta terjaganya kualitas aset pembiayaan.

Akulaku Finance memproyeksikan bahwa pada 2026, laba perusahaan akan terus tumbuh, seiring dengan pertumbuhan bisnis yang diharapkan terjadi dalam sektor paylater. 

Target tersebut akan tercapai dengan memperkuat strategi diversifikasi sumber pendanaan dan menjaga biaya dana yang kompetitif. Perusahaan juga akan terus memperbaiki kualitas aset pembiayaan, untuk menghindari terjadinya kredit macet yang dapat merugikan operasional.

Dalam rangka mencapai target laba tersebut, Akulaku Finance akan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan dan meningkatkan perbaikan biaya operasional.

Diversifikasi sumber pendanaan penting agar perusahaan dapat memperoleh biaya dana yang lebih murah, yang pada gilirannya akan meningkatkan margin keuntungan perusahaan. Hal ini sangat penting untuk mengimbangi persaingan harga yang semakin ketat dan untuk menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Pertumbuhan Sektor Paylater di Indonesia

Sektor paylater di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang pesat pada 2026. Berdasarkan data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan BNPL pada 2025 mencapai Rp 11,24 triliun, yang tumbuh sekitar 68,61% Year on Year (YoY). 

Peningkatan ini menunjukkan betapa besar potensi pasar BNPL di Indonesia, yang seiring dengan meningkatnya penetrasi internet dan smartphone, semakin memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan BNPL.

Dengan angka pertumbuhan yang tinggi tersebut, Akulaku Finance berpotensi untuk terus memperluas pangsa pasar dan meningkatkan volume pembiayaan yang disalurkan. 

Hal ini akan mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dalam layanan paylater dan menjaga kepuasan pelanggan, agar mereka tetap memilih Akulaku Finance sebagai mitra pembiayaan yang andal.

Meski menghadapi berbagai tantangan seperti kondisi ekonomi makro yang tidak menentu dan kompetisi yang semakin ketat, Akulaku Finance tetap optimis terhadap masa depan bisnis paylater pada 2026. 

Dengan adanya diversifikasi sumber pendanaan, adopsi teknologi yang lebih canggih, serta pengelolaan risiko yang baik, perusahaan berpotensi untuk terus mencatatkan pertumbuhan yang solid. 

Jika perusahaan berhasil mengatasi tantangan-tantangan tersebut, maka Akulaku Finance akan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pemain dominan dalam industri BNPL di Indonesia.

Terkini