Grab Perkenalkan UMKM Kopi Indonesia di Forum Ekonomi Dunia 2026

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:12:33 WIB
Grab Perkenalkan UMKM Kopi Indonesia di Forum Ekonomi Dunia 2026

JAKARTA - Ajang Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss, menjadi sorotan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia. 

Perusahaan teknologi Grab Indonesia membawa mitra UMKM mereka, Coffeenatics, untuk menampilkan kekayaan cita rasa kopi Nusantara kepada delegasi internasional.

Menurut CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, partisipasi UMKM dalam paviliun Indonesia menegaskan potensi besar UMKM lokal untuk bertransformasi, naik kelas, dan menjadi bagian dari percakapan ekonomi global. 

“Ini menegaskan pentingnya peran teknologi dan kemitraan dalam mendorong ekonomi digital yang berkelanjutan, sekaligus membawa pengalaman nyata UMKM Indonesia ke dalam percakapan global,” ujarnya.

Dengan kata lain, WEF bukan hanya ajang ekonomi dan teknologi, tetapi juga menjadi panggung internasional untuk memamerkan inovasi dan cita rasa lokal Indonesia, sekaligus menguatkan posisi UMKM sebagai aktor penting dalam ekonomi digital.

Transformasi Digital UMKM Indonesia

Neneng menekankan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat perlindungan sosial dan mendorong ekonomi digital yang inklusif. 

“Melalui forum ini, kami ingin menunjukkan bagaimana ekonomi digital berbasis kemitraan dapat tumbuh secara inklusif, dengan UMKM sebagai bagian utama dari ekosistem,” katanya.

KEikutsertaan Coffeenatics menegaskan bahwa teknologi digital bukan hanya soal efisiensi transaksi, tetapi juga memberikan peluang UMKM naik kelas dengan akses ke panggung global. Hal ini menandakan pergeseran paradigma ekonomi, dari skala lokal menuju ekonomi global yang inklusif dan berkelanjutan.

Partisipasi Grab di Sesi Panel WEF

Tidak hanya menghadirkan produk kopi, Grab juga aktif di sesi diskusi panel. Neneng Goenadi tampil sebagai pembicara, membahas peran teknologi dalam mendorong ekonomi digital serta menegaskan komitmen Grab terhadap keamanan dan keselamatan pengguna di ekosistem digital.

“Di Indonesia, ekonomi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pertumbuhan yang inklusif hanya dapat terwujud melalui infrastruktur yang kuat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujar Neneng.

Artinya, UMKM yang diberdayakan melalui platform digital tidak hanya mendapatkan akses ke pasar, tetapi juga dukungan teknologi, edukasi digital, dan keamanan transaksi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Strategi Grab Memberdayakan UMKM

Grab menekankan strategi pemberdayaan UMKM yang mencakup:

Akses permodalan agar pelaku UMKM memiliki dukungan finansial untuk ekspansi.

Pemanfaatan teknologi digital untuk efisiensi operasional dan penetrasi pasar lebih luas.

Edukasi berbasis AI agar UMKM dapat memaksimalkan data dan analisis dalam pengambilan keputusan bisnis.

“Dengan fondasi tersebut, Grab berkomitmen memberdayakan UMKM agar mereka dapat tumbuh secara berkelanjutan,” imbuh Neneng. Strategi ini mencerminkan upaya membentuk ekosistem ekonomi inklusif, di mana teknologi dan kolaborasi menjadi pendorong utama keberhasilan.

Pendekatan Kolaboratif untuk Ekonomi Inklusif

Menurut Neneng, perubahan ekonomi dimulai dari pelaku usaha di tingkat akar rumput, diperkuat melalui sinergi berkelanjutan antara pelaku usaha, platform digital, dan pemangku kepentingan lainnya. 

Dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, serta mitra ekosistem, Grab berupaya menerjemahkan komitmen terhadap ekonomi inklusif ke dalam program-program nyata yang berdampak langsung bagi UMKM.

Pendekatan kolaboratif ini penting untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya terkonsentrasi di kota besar, tetapi juga menyentuh UMKM di berbagai daerah, sehingga peluang ekonomi dapat dirasakan secara merata.

Coffeenatics: UMKM Kopi Siap Mendunia

Kehadiran Coffeenatics di WEF 2026 menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia siap tampil di panggung global. Produk kopi lokal ini tidak hanya memikat karena rasa unik dan kualitas tinggi, tetapi juga menunjukkan bagaimana UMKM dapat memanfaatkan teknologi dan kemitraan strategis untuk ekspansi internasional.

Ini sekaligus menjadi inspirasi bagi UMKM lain, bahwa melalui platform digital dan dukungan ekosistem, mereka juga bisa menembus pasar internasional tanpa harus kehilangan identitas lokalnya.

Dampak Positif Partisipasi Global

Partisipasi UMKM Indonesia dalam WEF 2026 membawa beberapa manfaat:

Peningkatan brand awareness bagi UMKM di kancah internasional.

Pembelajaran best practice ekonomi digital melalui interaksi dengan delegasi global.

Peluang kolaborasi bisnis baru dengan investor dan pelaku usaha dari negara lain.

Dengan demikian, ajang ini bukan sekadar promosi produk, tetapi juga mendorong transformasi UMKM secara menyeluruh, dari kapasitas produksi, pemasaran digital, hingga strategi ekspansi global.

Melalui kolaborasi Grab dan Coffeenatics, UMKM Indonesia mendapatkan panggung global sekaligus kesempatan belajar dan berkembang. Inisiatif ini menegaskan bahwa ekonomi digital inklusif bukan sekadar jargon, tetapi dapat diwujudkan melalui kolaborasi, teknologi, dan dukungan berkelanjutan bagi pelaku UMKM.

Grab menegaskan komitmennya untuk terus memberdayakan UMKM melalui teknologi, edukasi digital, dan akses permodalan, sehingga pelaku usaha lokal tidak hanya tumbuh di pasar domestik, tetapi siap bersaing di kancah internasional.

Terkini