Tips Finansial 2026: Lima Kebiasaan Kunci Agar Keuangan Lebih Aman

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:48:18 WIB
Tips Finansial 2026: Lima Kebiasaan Kunci Agar Keuangan Lebih Aman

JAKARTA - Tahun baru sering dijadikan momen refleksi dan resolusi. 

Namun, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang diproyeksikan oleh OECD sebagai tahun yang rentan, fokus pada stabilitas finansial menjadi semakin penting.

Perencanaan keuangan yang disiplin bukan sekadar teori, tetapi senjata untuk menghadapi masa depan dengan lebih mantap, terutama bagi masyarakat Indonesia.

Corporate Secretary PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), Gatot Haryadi, menekankan bahwa kesiapan finansial sejak dini menjadi fondasi utama. 

“Ketika kondisi ekonomi semakin menantang, literasi keuangan menjadi semakin penting. Sebagai salah satu pelaku utama di industri asuransi jiwa dan kesehatan, IFG Life berkomitmen memberikan layanan terbaik serta perlindungan yang komprehensif dan berkelanjutan kepada konsumen. Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui produk dan proses klaim, tetapi juga dengan mendampingi masyarakat membangun stabilitas finansial melalui edukasi dan perencanaan yang terukur,” ujar Gatot.

Dengan dasar itu, masyarakat dapat memulai tahun baru dengan membangun kebiasaan keuangan yang lebih sehat dan terukur, bukan sekadar menabung atau mengurangi pengeluaran secara sporadis.

1. Menabung di Awal Bulan: Konsistensi Lebih Penting Daripada Jumlah

Meski terdengar klise, kebiasaan menabung tetap menjadi fondasi perencanaan keuangan yang kokoh. Kunci utamanya bukan pada besar kecilnya jumlah, tetapi konsistensi.

Salah satu strategi efektif adalah menabung di awal bulan. Begitu gaji diterima, sebagian dana langsung dialokasikan ke rekening tabungan atau Rekening Dana Nasabah (RDN) sebagai langkah awal berinvestasi. Dengan cara ini, menabung bukan sekadar niat baik di akhir bulan, tetapi sudah menjadi bagian dari sistem keuangan yang berjalan otomatis.

2. Evaluasi Sebelum Membeli: Belanja Lebih Mindful

Tahun baru juga dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan belanja yang lebih sadar. Di era belanja online, keputusan impulsif seringkali menggerus anggaran.

Salah satu trik sederhana adalah memberi jeda satu atau dua hari sebelum menyelesaikan transaksi, terutama untuk barang yang tidak mendesak. 

Sebelum checkout, tanyakan pada diri sendiri tiga pertanyaan: apakah barang benar-benar dibutuhkan, apakah bermanfaat, dan apakah tersedia anggaran. Kebiasaan ini membantu mengurangi pengeluaran impulsif tanpa mengorbankan kebutuhan atau kenyamanan.

3. Waspadai Layanan Langganan yang Menyerap Anggaran

Layanan berbasis langganan semakin populer, dari aplikasi hingga hiburan digital. Tanpa disadari, biaya rutin bisa menggerus pendapatan bulanan.

Untuk mengatasi hal ini, lakukan pengecekan berkala terhadap layanan yang masih aktif di e-wallet atau kartu kredit. Gunakan satu email khusus untuk langganan berbayar agar lebih mudah melacak dan menghentikan layanan yang tidak lagi dibutuhkan. Langkah sederhana ini dapat menyelamatkan anggaran bulanan dari kebocoran kecil tapi konsisten.

4. Pahami Perlindungan yang Dimiliki: Asuransi dan BPJS

Situasi tak terduga dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu, memahami perlindungan yang dimiliki, baik asuransi maupun BPJS, sangat penting.

Luangkan waktu untuk meninjau manfaat, ketentuan klaim, dan batasannya agar perlindungan bisa dimanfaatkan optimal. Dengan memahami proteksi yang ada, kebutuhan finansial lainnya dapat diantisipasi secara lebih baik, sehingga stabilitas keuangan tetap terjaga meski terjadi risiko mendadak.

5. Tetapkan “Limit Hidup”: Batas Pengeluaran Gaya Hidup

Mengurangi pengeluaran saja tidak cukup. Dibutuhkan batasan jelas untuk mengatur gaya hidup, termasuk makan di luar, hiburan, atau aktivitas sosial.

Tetapkan limit maksimal pengeluaran bulanan sejak awal bulan, lebih rendah dari limit kartu kredit yang tersedia. Dengan cara ini, pengeluaran tetap terkontrol tanpa harus mengorbankan ruang untuk bersenang-senang. Strategi ini menjaga keseimbangan antara menikmati hidup dan kesehatan finansial.

Kebiasaan Kecil, Dampak Besar

Membangun stabilitas finansial bukan soal perubahan besar sekaligus. Konsistensi dalam langkah-langkah kecil sehari-hari justru memberikan hasil jangka panjang yang nyata.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan lokal, resolusi keuangan yang realistis dan terukur menjadi pegangan agar individu dapat menghadapi 2026 dengan lebih percaya diri. 

Dengan disiplin dan pemahaman, kebiasaan finansial sederhana ini dapat mengubah pola pengeluaran, meningkatkan tabungan, dan memastikan perlindungan tetap berjalan.

Perencanaan Finansial yang Terukur Adalah Kunci

Memasuki tahun baru, membangun kebiasaan keuangan yang konsisten menjadi langkah strategis. Menabung di awal bulan, evaluasi belanja, kontrol langganan, memahami perlindungan, dan menetapkan limit hidup adalah lima praktik sederhana namun efektif.

Konsistensi dan kesadaran terhadap pengelolaan keuangan menjadi kunci stabilitas finansial. Dengan langkah-langkah ini, masyarakat Indonesia dapat menghadapi 2026 tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk meraih kestabilan finansial di setiap tahap kehidupan.

Terkini