Pemerintah Terapkan Pelatihan Semi-Militer Untuk Petugas Haji Arab Saudi 2026

Selasa, 20 Januari 2026 | 13:41:35 WIB
Pemerintah Terapkan Pelatihan Semi-Militer Untuk Petugas Haji Arab Saudi 2026

JAKARTA - Pemerintah kembali menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 melalui pelatihan semi-militer. 

Pendekatan ini diterapkan bukan sekadar bentuk disiplin fisik, tetapi juga untuk membangun koordinasi tim yang solid dalam satu rantai komando. 

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, pola pelatihan ini dipilih karena beban kerja petugas haji sangat berat, baik dari sisi fisik maupun tanggung jawab pengawasan layanan jemaah.

“Kenapa petugas haji dilatih semi-militer? Karena selain menghadapi kerja fisik yang sangat berat, mereka juga harus memahami rentang komando dan bekerja dalam satu tim yang solid,” jelas Dahnil.

Pelatihan semi-militer dirancang untuk membiasakan petugas bekerja di bawah tekanan tinggi, memastikan disiplin, dan menumbuhkan kesadaran pentingnya tanggung jawab individual dalam keseluruhan proses pelayanan haji.

Fokus pada Layanan Konsumsi Jemaah

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama pemerintah adalah layanan konsumsi jemaah haji. Dahnil menekankan bahwa kualitas makanan, gramasi, dan spesifikasi harus sesuai standar agar tidak menimbulkan masalah bagi jemaah.

“Isu yang berkembang terkait makanan yang tidak layak, tidak sesuai gramasi dan spesifikasi, itu harus menjadi perhatian serius,” tegas Dahnil. 

Menurutnya, setiap petugas harus memahami proses dari awal sampai akhir, mulai dari penyusunan menu, pengadaan bahan, hingga distribusi makanan kepada jemaah.

Pendekatan semi-militer memungkinkan pengawasan lebih ketat dan koordinasi yang rapi, sehingga setiap tahap layanan konsumsi dapat berjalan sesuai prosedur. Dengan begitu, jemaah mendapat layanan aman dan sesuai standar.

Pengawasan Layanan Akomodasi dan Armuzna

Selain konsumsi, layanan akomodasi juga menjadi fokus pengawasan. Dahnil menjelaskan bahwa fase kritis haji, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), memerlukan koordinasi maksimal dari seluruh petugas di bawah satu komando.

“Layanan Armuzna harus dipastikan berjalan di bawah satu komando agar pelayanan terbaik bisa diberikan kepada jemaah haji,” ujar Dahnil. 

Pendekatan semi-militer sangat membantu petugas menjaga disiplin, memantau keamanan, dan memastikan setiap kegiatan berlangsung tepat waktu.

Dengan pembagian tugas yang jelas dan rantai komando yang tegas, petugas haji dapat menanggulangi masalah dengan cepat dan memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan efisien.

Transparansi dan Standarisasi Biaya Layanan

Transparansi biaya juga menjadi salah satu aspek penting yang ditegaskan Dahnil. Petugas haji wajib mengetahui rincian biaya layanan, terutama untuk konsumsi jemaah. Hal ini untuk menjaga akuntabilitas dan mencegah penyimpangan.

“Kami terbuka soal biaya catering jemaah haji per hari. Misalnya 40 riyal per hari, dengan rincian 10 riyal untuk sarapan, 15 riyal untuk makan siang, dan 15 riyal untuk makan malam. Dengan begitu, bisa diukur apa yang benar-benar diterima jemaah,” jelasnya.

Transparansi ini tidak hanya memastikan pengawasan yang tepat, tetapi juga meningkatkan kepercayaan jemaah terhadap kualitas pelayanan pemerintah. Selain itu, pemahaman alur kerja yang jelas menjadi fondasi agar setiap petugas dapat menjalankan tugasnya sesuai tanggung jawab.

Integrasi Disiplin dan Koordinasi Tim

Pelatihan semi-militer diterapkan dengan tujuan tidak hanya membentuk ketahanan fisik, tetapi juga meningkatkan koordinasi dan soliditas antar-petugas. 

Dahnil menekankan bahwa setiap petugas haji harus memahami seluruh alur layanan, dari A sampai Z, termasuk catering, akomodasi, transportasi, dan layanan kesehatan.

“Contohnya layanan catering, petugas harus tahu bagaimana proses persiapan makanan sampai akhirnya dikonsumsi oleh jemaah,” jelasnya. Pendekatan ini memastikan bahwa seluruh layanan haji di Arab Saudi berjalan lancar, aman, dan sesuai standar.

Pelatihan semi-militer diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang disiplin, efisien, dan terstruktur sehingga seluruh petugas dapat bekerja dengan maksimal dalam satu komando. 

Strategi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan pengalaman ibadah haji yang nyaman dan aman bagi seluruh jemaah.

Terkini